Jalan Amblas, Kendal-Temanggung Nyaris Putus

  • Whatsapp
Jalan amblas tersebut berada di Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan ini. Kondisinya, sangat fatal jika. Pengguna harus ekstra hati-hati
Jalan amblas tersebut berada di Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan ini. Kondisinya, sangat fatal jika. Pengguna harus ekstra hati-hati

KENDAL, Jowonews.com Intensitas hujan yang begitu tinggi beberapa hari terakhir ini menyebabkan beberapa ruas jalan di Kendal banyak yang berlubang. Kondisi paling parah terjadi di jalur alternatif Weleri – Sukorejo tepatnya di depan Goa Bunda Maria Ratu, Desa Besokor Kecamatan Weleri.

Akibat curah hujan yang tinggi rembesan air membentuk rongga yang cukup lebar dan dalam di tengah jalan. Terlihat tanah aspal yang ambles membentuk lubang berdiameter 2 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Bacaan Lainnya

Karena posisi lubang berada di tengah jalan keberadaannya cukup mengganggu arus lalu lintas. Kendaraan yang datang dari arah Sukorejo (Selatan, red) dan Weleri (utara, red) diberlakukan dengan sistem buka tutup.

Kondisi lubang dengan ukuran besar tersebut, nyaris membuat jalan putus. Sebab, kendaraan yang melintas di jalur tersebut harus keluar dari badan jalan dan harus hati-hati. Sebagai penanda terhadap pengguna jalan, di sekitar lubang jalan dipasang gason.

Turyanto (45) warga Desa Besohor mengatakan dalam sepekan ini kondisi hujan sangat deras. Amblesnya jalan tersebut, diperkirakan aliran air hujan merembes masuk kedalam bawah aspal dan membuat rongga. Sehingga, tanah tergerus akibat menahan tekanan dari kendaraaan yang melintas membuat tanah ambles.

“Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, sebelumnya warga sempat membuat penanda jalan dengan kayu seadanya, agar pengguna tidak terperosok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Slamet, mengatakan, penyebab jalan itu berlubang diduga karena buis beton sebagai saluran air di bawahnya sudah tua.

Sehingga tidak kuat menahan beban kendaraan berat yang melintas. Buis beton yang pecah membuat air terus menggerus jalan dan menyebabkan jalan ambles serta membentuk lubang jalan. BPBD Kendal juga telah berkoordinasi dengan SKPD terkait.

“Hari ini (kemarin, red) kami memasang plat baja sebagai penanganan sementara supaya jalan bisa dilalui. Sebab, posisi lubang tepat di tengah jalan. Penanganan permanen akan dilakukan besok (hari ini, red),” katanya di damping Camat Weleri Marwoto saat meninjau di lokasi, Jumat (5/2).

Salah seorang petugas Bina Marga Jateng, Sulton, menambahkan, pihaknya akan membongkar total dan mengganti buis beton yang pecah menggunakan plat baja agar lebih tahan lama.

“Besi beton itu saya perkirakan berusia puluhan tahun dan dibangun saat jamannya penjajahan Belanda ,” tandasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *