Perampok BMT Diduga Komplotan Lintas Daerah

  • Whatsapp

SALATIGA, Jowonews.com – Jajaran Polres Salatiga secara intensif menyelidiki kasus perampokan di lembaga keuangan BMT Rama Dana di Jalan Lingkar Selatan ( JLS), Dukuh Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Kamis (3/2) kemarin. Dari hasil olah TKP, para pelaku diduga orang yang sudah profesional dan merupakan komplotan lintas daerah.

”Mereka sudah profesional, mungkin sudah mempelajari (lokasi) dulu sebelum beraksi. Karena mulai dari cara masuk hingga saat beraksi termasuk profesional,” ujar Kapolres Salatiga AKBP Yudho Hermanto saat ditemui wartawan di komplek Balaikota, Jumat (5/2).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Kapolres, kelihaian mereka terlihat saat berada di lokasi, mereka masuk langsung menutup akses CCTV (Closed Circuit Television) dengan menaikkan arah kamera ke atas, sehingga aktivitas mereka saat beraksi tidak terekam. Selain itu, mereka langsung masuk melalui pintu belakang, bukan melalui pintu depan.

 “Dari rekaman awal, hanya terlihat tiga orang yang mengarahkan CCTV ke arah atas menggunakan galah. Di area parkir, setelah CCTV diarahkan ke atas hanya terlihat cahaya kendaraan saja ketika masuk. Sehingga kita kesulitan mengindetifiksi para pelaku menggunakan mobil jenis apa beserta platnya,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, pelaku diduga juga merupakan jaringan perampok antar daerah. Sehingga, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jateng maupun polres-polres lain yang ada. ”Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengungakp kasus ini. Kami akan koordinasikan dengan kepolisian daerah lain,” tandasnya.

Kapolres juga mengakui jalan JLS Salatiga ini termasuk paling rawan. Selain sepi, jalur penerangan di sepanjang jalan ini juga minim. ”Setelah kejadian, kami juga melacak melalui CCTV yang dipasang di jalur keluar dan masuk Salatiga tetapi juga belum terlihat,” imbuhnya.

Diberitakan kemarin, kawanan perampok menyatroni lembaga keuangan BMT Rama Dana di Jalan Lingkar Selatan ( JLS), Dukuh Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Kamis (3/2) dinihari. Dalam aksinya perampok yang berjumlah empat orang tersebut menyekap Zaki (30) penjaga malam yang saat itu berjaga seorang diri. Perampok berhasil membawa kabur dua buah brankas yang berisi uang sekitar Rp 100 juta. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *