Tiga Anak Dipaksa Mengemis di Pasar Pagi Kota Tegal

  • Whatsapp

TEGAL, Jowonews.com – Dibalik keramaian Pasar Pagi Blok A Kota Tegal, terdapat tiga anak kecil yang setiap hari mangkal di sekitar area eskalator lantai dua. Mereka berpakaian lusuh dan tidak sekolah. Keberadaan tiga bocah tersebut tentu menarik keprihatinan dari para pengunjung sebab, mereka dipaksa oleh orang tuanya untuk mengemis.

Sejak pukul 10.00 WIB, tiga bocah itu sudah berdiri bermain-main di sekitar eskalator sambil menunggu para pengunjung datang. Bagi para pedagang di sana, keberadaan anak-anak tersebut sudah tidak mengherankan lagi. 

Bacaan Lainnya

Kepala Pasar Pagi Blok A Untung Santoso membenarkan bahwa tiga bocah tersebut setiap hari mengemis di pasar. “Ini memang memprihatinkan,” terangnya, Jumat (5/2).

Berdasarkan pantauan Untung, tiga anak tersebut sengaja dibawa oleh orang tuanya untuk mengemis di pasar. Bahkan, setiap hari mereka tidur, makan, dan buang air kecil di pasar.

Sementara beberapa pemilik kios juga mengeluhkan keberadaan mereka. “Ya namanya anak-anak kadang barang dagangan malah untuk mainan,” jelasnya.

Kondisi tersebut tentu menjadi salah satu permasalahan sosial yang harus segera ditangani.

Untung menyebut, selama ini belum ada pemantauan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk menangani ketiga bocah tersebut. 

Keberadaan mereka juga telah diketahui oleh Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UMKM Perindag).

Sementara Plt Dinkop UMKM Perindag Suripto melalui Kabid Pasar Aris Suroso mengatakan, untuk lebih menjaga keamanan dan ketertiban pasar, pihaknya akan menyediakan Petugas Keamanan Pasar yang bekerja mulai April mendatang.

Tugas pertama menertibkan Pengemis Gelangan Orang Terlantar (PGOT) yang masih banyak berkeliaran di area pasar. “Ini salah satu cara untuk mencegah terjadinya kecopetan,” tegasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *