Korban Miras Oplosan Sleman 21 Orang, 2 Mahasiswi Cantik Tewas di Kos-kosan

  • Whatsapp
Dua mahasiswi korban miras oplosan. sumber : Facebook

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Kepolisian Resor Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan korban tewas akibat keracunan minuman keras oplosan terus bertambah dan hingga Sabtu (6/2) berjumlah 21 orang.
“Kami mencatat korban tewas yang sebelumnya terdata 15 orang bertambah lagi menjadi 21 orang,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar, di Sleman, Minggu.
Menurut dia, selain korban tewas, masih ada 25 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit dan beberapa di antaranya dalam keadaan kritis.
“Para korban yang masih mendapatkan perawatan ini rata-rata mengeluhkan mual, pusing, hingga pandangan kabur,” katanya.

Ia mengatakan, dari 21 korban tewas, 19 diantaranya mengonsumsi minumas keras oplosan yang diramu tersangka Sasongko warga Depok, Kabupaten Sleman.

Bacaan Lainnya

“Rata-rata mahasiswa ada yang wanita juga. Dari 21 korban tewas, 12 diantaranya berasal dari luar Pulau Jawa yang sebagian besar berstatus sebagai mahasiswa bahkan tinggal di sejumlah asrama daerah asal mereka. Kemudian enam warga Kota Yogyakarta, dan tiga korban tewas lainnya berasal dari Sleman,” katanya.

Sepuh mengatakan, pihaknya akan mengirim sisa minuman keras oplosan yang dikonsumsi para korban ke Labfor Polri Cabang Semarang untuk menyelidiki secara detail zat yang mematikan para korban.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Sleman menangkap Sasongko (45) warga Dusun Ambrukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman dan istrinya Sori Badriyah (42) yang merupakan peracik atau peramu minuman keras oplosan, Jumat (5/2).

Selain itu Polsek Seyegan Sleman juga mengamankan pasangan suami istri Murtini (35) dan Priyanto (35) warga Margoluwih, Seyegan karena minuman keras yang dijual menewaskan Sarimin (35) dan Anang, (35).

Selain menahan Sasongko, Polres Sleman juga menetapkan istrinya, Sori Badriyah sebagai tersangka yang kini ditahan di ruang tahanan wanita Polsek Beran Sleman.

“Badriyah berperan ikut meracik miras dan menjual minuman keras seperti Sasongko. Secara umum, kedua tersangka meracik minuman keras dengan bahan etanol, air mineral, sari gula dan perasa buah,” katanya.

Sementara itu, dua mahasiswi yang ikut menjadi korban tewas dalam minuman oplosan tersebut juga menjadi viral di media sosial.

Foto keduanya yang terpajang di facebook menunjukkan hubungan yang dekat. Terlebih, keduanya ditemukan tewas di kamar indekos Kanoman RT 09 No 301, Dusun Karangjambe, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jogja, Jumat (5/2/2016).

Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno mengungkapkan kedua orang tewas atas nama Sitti Nur Dayantikaaba, 22, dan Novrillah Gamawati, 20. Keduanya merupakan warga Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara yang tengah menempuh pendidikan tinggi di perguruan swasta di Yogyakarta.

Dari pemeriksaan petugas Satreskrim dan Tim Identifikasi Polres Bantul, ditemukan barang bukti berupa satu botol minuman ringan ukuran satu liter berisi 1/4 liter, empat botol air mineral terdiri atas dua botol kosong, satu botol isi penuh arak, satu botol isi setengah campuran arak. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *