Kota Wisata yang Jorok, Sampah Menggunung di Bandungan

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com- Kota wisata Bandungan di Kabupaten Semarang sekarang ini menjadi daerah tujuan wisata yang tidak nyaman. Pasalnya, selain karena kemacetan lalulintasnya yang parah, sekarang ini banyak sampah yang menumpuk di pinggir-pinggir jalan. Akibatnya terkesan kumuh dan jorok.

Sampah yang menggunung tersebut diduga karena petugas kebersihan pada mogok kerja karena menuntut honor. Sebab biasanya setiap hari pekerja membersihkan sampah-sampah dan diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bandungan.

Bacaan Lainnya

Namun sudah tiga hari sejak Sabtu (6/2) lalu sampah tersebut menumpuk di beberapa titik lokasi. 

“Ini kota wisata yang paling jorok yang saya singgahi, sampah menumpuk dimana-mana. Kemacetan lalulintas bikin pusing,” tutur Sunarso, 41, wisatawan asal Kelurahan/Kabupaten Brebes.

Menurut Sunarso, dirinya dan keluarganya sengaja datang ke Bandungan untuk melihat keagungan Candi Gedongsongo yang terkenal itu. Selain itu juga untuk singgah di sejumlah wisata alam lain seperti Umbul Sidomukti, Curug Bidadari dan tempat wisata lainnya. Namun Sunarso kecewa sebab akses untuk mencapai lokasi wisata menjadi lebih lama karena kemacetan lalulintasnya.

“Teman saya cerita di Bandungan menjadi surganya wisata karena antar satu tempat dengan tempat wisata lain berdekatan. Ternyata kotanya tidak tertata dan jorok karena banyak tumpukan sampah di sepanjang jalan dan di depan pasar wisata. Macet di sana-sini, jalan kampung saja sampai macet,” keluhnya. 

Berdasarkan pantauan, tumpukan sampah memang terjadi di beberapa titik yakni di deretan pedagang gemblong dan makanan tradisional dekat kantor Kecamatan Bandungan. Salin itu sampah juga menumpuk di pinggir jalan tepatnya pertigaan Pos Polisi. Pun di depan pasar wisata buah dan sayur tumpukan sampah belum diangkut petugas kebersihan. Akibatnya mengeluarkan bau menyengat dan ribuan lalat berkerumun di tumpukan sampah.

“Tumpakan sampah itu sudah ada sejak Sabtu (6/2) lalu sampai Senin (8/2).  Ada tiga titik tumpukan sampah yang sangat mengganggu wisatawan dan pedagang. Bahkan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) sampah pasar Bandungan juga meluber sampai di jalanan. Apalagi turun hujan jadi sampahnya bererakan terbawa air,” kata Totok Budianto, 50, ketua RW 4, Kelurahan Bandungan.

Sementara itu Sekretaris Bandungan Crisis Centre, Budi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah memantau di lokasi tumpukan sampah. Informasi dari sejumlah pedagang tumpukan sampah itu sudah sejak Sabtu (6/2) lalu. Ada kemungkinan petugas kebersihannya sakit atau mogok kerja karena honornya kurang.

“Informasinya mogok kerja karena honornya kurang, tapi akan saya tanyakan lagi. Permasalahan sampah dan kemacetan ini juga sudah kami laporkan kepada Sekda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Mereka mengatakan akan segera menindaklanjuti, kami akan lihat action Pemerintah,” kata Budi.  

Menurut Budi, semestinya Pemerintah Kabupaten Semarang tidak menyepelakan masalah sampah. Apalagi di Bandungan adalah tempat tujuan wisata sehingga sampah harus rutin terangkut. Sehingga tidak ada kesan Bandungan menjadi kota wisata kumuh.

“Jangan sampai wisatawan merasa tidak nyaman. Dari dulu Pemkab hanya wacana saja untuk menata Bandungan, hanya janji janji saja,” pungkasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Komentar:pengunjung juga mestinya sadar diri, buang sampah ya jangan sembarangan jangan mentang” ada petugas kebersihan, pedagang juga jangan cuma sekedar cari rezeki tapi juga mesti jaga kebersihan sekitar tempat usaha