Rusunawa Untuk Buruh tak Didukung Infrastruktur Memadahi

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) di Ungaran yang diresmikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarni dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Minggu (7/2), ternyata akses jalannya tidak memadahi. Akses jalan dari Jl.Karimunjawa dan Jl.Tjahyono ke rusunawa hanya diaspal tipis oleh Pemkab Semarang.

Kondisi ini membuat kalangan pekerja enggan menempati rusunawa. Karena aspal tipis ini diperkirakan hanya mampu bertahan sampai akhir musim hujan ini. “Kalau jalannya tidak bagus saya yakin rusunawa tidak diminati oleh buruh. Mereka lebih memilih mencari kos yang jalannya lebih bagus,” ujar Aji Notoseno, salah seorang sales perusahaan mobil ini.

Menurut Aji, lokasi di Gedanganak ini bukan lokasi yang strategis dengan lokasi pabrik yang kebanyakan di sekitar Bergas dan Pringapus. Sementara di sekitaran Ungaran hanya ada beberapa perusahaan saja.

“Lokasinya rusunawa tidak stategis, tidak ada angkutan umum masuk ke darah ini. Dan jauh dari pabrik yang kebanyakan ada di Bergas dan Pringapus. Merut saya bakal tidak diminati oleh buruh. Kecuali harga sewanya murah sekali,” ungkapnya.

Secara terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono atau akrab dipanggil Sonny menyatakan di tahun 2016 ini pemerintah telah menganggarkan fasilitas dan infrastruktur pendukung rusunawa yang akan dibiayai oleh APBD Kabupaten Semarang. Infrastruktur ini diantaranya berupa jalan menuju rusunawa.

“Akan kita bangun jalan ke rusunawa, saat ini sedang dilelang. Selain itu infrastruktur lainnya seperti angkutan umum akan kita bahas juga, agar para buruh ini nyaman,” ujar Sonny.

Setelah diresmikan, rusunawa ini telah diserahkan pengelolaannya kepada Pemkab Semarang. Saat ini DPRD Kabupaten Semarang tengah melakukan pembahasan aturan pengelolaan termasuk didalamnya tarif sewa dan aturan hidup di rumah susun.

“Dewan sedang membahas, aturan-aturan sewa, pengelolaan dan aturan hidup di rumah susun. Kemungkinan akan ada UPTD sendiri yang mengurus rumah susun,” tukasnya.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *