Pemkot Salatiga Bangun Sub Terminal Salib Putih

  • Whatsapp

SALATIGA,Jowonews.com– Dishubkombudpar Kota Salatiga sudah merencanakan untuk membangun sub terminal sebagai pengganti sub terminal lama di Pasar Rejosari ( Pasar Sapi). Pasalnya, langkah itu dilakukan karena sub terminal lama masuk area revitalisasi Pasar Rejosari.

Kepala Dishub Kota Salatiga Adhy Suprapto mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei, dan dari hasil survei tersebut lokasi yang dinilai paling cocok adalah di perempatan (pojok timur-selatan) Salib Putih di Dukuh Bendosari.

Bacaan Lainnya

“Selain arealnya luas, tanah itu juga milik Pemkot Salatiga (bengkok). Sehingga tidak perlu pembebasan lahan. Letaknya juga sangat strategis karena di pinggir jalan lingkar selatan ( JLS) yang merupakan jalur ke Kopeng dan Magelang,” ujarnya.

Guna merealisasikan rencana itu, pihak Dishub akan segera membuat detail enginering design ( DED), kemudian mengajukan anggaran ke APBD. Namun Adhy sendiri belum mengetahui jumlah anggaran yang dibutuhkan, karena masih dalam tahap menyusun perencanaan.

Dikatakan Adhy, pembangunan sub terminal itu memiliki arti yang sangat strategis bagi dunia bisnis dan transportasi. Karena dengana adanya sub terminal tersebut, mendukung sarana transportasi baik dari dan ke Salatiga.

Diakui dia, selama ini angkutan desa ( Angkudes) jurusan Salatiga-Kopeng-Magelang, memanfaatkan sub terminal Pasar Rejosari dan saat ini kondisinya sudah tidak memungkinkan karena (pasar) akan dibangun. Angkudes lebih banyak ngetem atau cari penumpang di pinggir jalan, sehingga menggangu kelancaran arus lalu lintas.

Dengan adanya sub terminal tersebut, lanjut Adhy, semua angkudes bisa dilokalisir di tempat tersebut, selain itu juga bisa menghidupkan roda perekonomian di kawasan Bendosari yang selama ini belum tergarap maksimal.

Ditambahkan Adhy, selain dibangun sub terminal, di seberang sub terminal (sebelah utara sub terminal), juga akan dibangun pasar hewan. “Kalau itu kewenangan Dinas Pertanian, namun dengan adanya sub terminal dan pasar hewan itu, memudahkan  perdagangan terna dari Kopeng dan Megelang,” pungkasnya

Menanggapi rencana pembangunan sub terminal itu, M Fathurahman mengatakan pada prinsipnya setuju. Hanya saja, di dekat lokasi terminal juga akan dibangun jembatan layang ( fly over).

Pembangunan jembatan layang itu mendesak karena untuk menghindari kecelakaan yang sering terjadi di perempatan Salib Putih. “Mestinya pembangunan sub terminal harus disesuaikan dengan fly over jangan sampai menganggu,” ujarnya.(JN01/Jn16)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *