Warga Geruduk Polres Pertanyakan Kasus Perkosaan Siswi SMP

  • Whatsapp

JEPARA,Jowonews.com – Puluhan Warga Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari, Rabu (10/2) siang mendatangi Mapolres Jepara. Kedatangan mereka ini untuk menanyakan kelanjutan kasus pemerkosaan yang menimpa HI (14), pelajar SMP warga Desa Ngetuk yang terjadi 14 November 2015 lalu.

Ayah korban, berinisil AY menerangkan, kasus pemerkosaan yang menimpa akanya sudah terjadi hampir tiga bulan, akan tetapi belum ada perkembangan berarti. Kasus ini sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara pada Senin, 16 November 2015 lalu. Termasuk ke Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Jepara.

Dari visum yang dilakukan di RSUD Kartini Jepara, sehari kemudian, HI memang positif diperkosa. Usai dilaporkan, keluarga korban pun sudah beberapa kali dipanggil, termasuk proses pemeriksaan saksi.

“Tapi sampai saat ini belum ada perkembangan. Baik dari PPA maupun BP2KB. Sedangkan tersangka lainnya, sebenarnya masih ada. Bukti dan keterangan saksi sudah ada. Kenapa tidak segera ditindaklanjuti. Akibat kasus ini, anaknya mengalami guncangan kejiwaan. HI lebih cenderung emosional dan tertutup. Meski saat ini masih sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut AY menjelaskan,  kejadian itu bermula saat teman sekolah HI berinisial Er (14) menjemput korban pada Sabtu, 14 November lalu, sekitar pukul 14.00 WIB . Sejak dijemput, anaknya tidak pulang sampai larut malam. Keesokan harinya, HI baru tiba di rumah sekitar pukul 09.00 WIB.

AY menerangkan, kali pertama mendapatkan informasi anaknya diperkosa dari guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah tempat anaknya belajar. Setelah dikonfirmasi anaknya mengaku diperkosa di kawasan Sreni.

“Anak saya mengaku sudah diperkosa oleh dua pemuda. Saat kejadian ada dua pemuda lainnya, termasuk teman anak saya, E. Untuk pelaku lainnya yang diketahui hanya pemuda berinisal NH (25) warga Desa Bandung Kecamatan Mayong. Pelaku lainnya saya tidak tahu,” terang AY.(JN01/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *