Mantan Kabid Cipta Karya Rembang Dituntut 1,5 Tahun

  • Whatsapp

SEMARANG,Jowonews.com – Mantan Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang, Muhammad Choeron dituntut 1,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/2).

Dalam tuntutannya, Jaksa Kusri menyatakan terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Bacaan Lainnya

Dalam pekerjaanya terdakwa juga sebagai pejabat pembuat komitmen (PPKom) tujuh proyek pekerjaan PLP yang berupa pembetonan jalan dan pembuatan saluran drainase.

“Menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi terdakwa dalam tahanan serta pidana denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan,”kata JPU, Kusri SH MH dihadapan majelis hakim yang dipimpin Andi Astara.

Meski dinyatakan bersalah oleh Jaksa, namun Choeron tidak dibebani hukuman penggantian kerugian Negara. Hal tersebut dikarenakan Jaksa menyatakan bahwa aliran dana yang menjadi kerugian Negara tidak dinikmati oleh terdakwa. Oleh karena itu, lanjut jaksa, terdakwa tidak dibebankan hukuman uang pengganti.

Mendengar tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum, tim kuasa hukum Choeron langsung menyatakan akan mengajukan pembelaan. “Kami akan ajukan pembelaan yang Mulia,” kata terdakwa Muhammad Choeron pelan.

Dugaan korupsi terjadi dalam pelaksanaan proyek dengan pagu anggaran Rp 461 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Rembang tahun 2014. Dalam pelaksanaanya, ditunjuk selaku pemenang lelang Hartadi, Direktur CV Shinta (sudah ditetapkan tersangka, namun belum ditahan).

Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek, Muhammad Choeron menyetujui pembayaran atas pekerjaan yang diketahui tidak sesuai spesifikasi dan belum 100 persen rampung. Kerugian negara atas kasus itu ditaksir sekitar Rp 66 juta.

Dalam kasus ini juga menyeret Kabid Sumber Daya Air (SDA), Sinarman, Direktur PT Permai Jaya, Abdullah Noor. Adapun proyek pelaksanaan Pekerjaan Pemeliharaan jalan Sulang – Sumber – Kaliori Kabupaten Rembang tahun 2014 itu dengan pagu anggaran Rp.7.256.000.000, dengan nilai kontrak sebesar Rp.6.915.056.000.

Berdasarkan hasil penyidikan ditemukan kualitas pekerjaan tidak sesuai kontrak, material yang digunakan dalam pekerjaan tidak sesuai kontrak, terdapat selisih dalam volume pekerjaan yang tidak sesuai kontrak, terdapat beberapa item pekerjaan sesuai dengan kontrak yang tidak dikerjakan dan diperkuat dengan alat bukti serta ditemukan kerugian negara Rp.900.000.000.(JN01/Jn16)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *