Jenazah Korban Super Tucano Dimandikan di Rumah Tetangga

  • Whatsapp
Masyarakat memadati lokasi jatuhnya pesawat tempur AU. ist

MALANG, Jowonews.com – Jenazah korban meninggal atas jatuhnya pesawat Super Tucano EMB-314 milik Lanud Abd Saleh di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan LA Sucipto Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, terpaksa dimandikan di rumah tetangganya karena rumah miliknya hancur tertimpa pesawat tersebut.

Korban meninggal sekaligus pemilik rumah yang tertimpa pesawat tersebut atas nama Irma Wahyuningtyas, istri dari Mujianto. Setelah dibawa ke ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, sekitar pukul 13.45 WIB, jenazah korban dibawa pulang ke kediamannya.

Namun, karena kondisi rumah korban sudah tak bisa ditempati karena hancur akibat tertimpa pesawat tersebut, akhirnya jenazah dimandikan di rumah tetangganya, yakni di rumah Suwoko, yang tak jauh dari rumah korban.

Dari pantauan di lokasi kejadian, puluhan warga tetangga Irma Wahyuningtyas, mulai berdatangan untuk ikut serta memandikan jenazah korban.

Selain Irma Wahyuningtyas, diperkirakan korban meninggal akibat jatuhnya pesawat buatan Brazil ini mencapai tiga orang. Dua korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan berusia 47 tahun.

Menurut keterangan salah seorang relawan TRC Kota Malang, Agus Demit, korban perempuan diduga adalah istri pemilik rumah, Mujianto. Sedangkan korban meninggal berjenis kelamin laki-laki adalah Nurcholis (32), warga Blitar yang bekerja sebagai teknisi di Persada. “Semua korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSSA,” katanya.

Sebelumnya Kapentak Lanud Abdurrahman Saleh Mayor Hamdi Londong Allo memastikan bahwa pilot pesawat Super Tucano tersebut, Mayor Pnb Ivy Safatillah meninggal ketika dirawat di RSSA Malang. Pilot pesawat sebelumnya ditemukan di sekitar persawahan di wilayah Karanglo, Kabupaten Malang, jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat Super Tucano yang jatuh di kawasan permukiman warga tadi pagi terbang dalam rangka tes flight setelah pemeliharaan rutin. Tes flight pada berbagai variasi ketinggian itu awalnya baik-baik saja. Masalah baru muncul setelah mencapai ketinggian di bawah 15.000 kaki. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *