Korban Penggelapan Mega Dewata Tour Semarang Bertambah

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Korban dugaan penggelapan oleh biro perjalanan Mega Dewata Tour Semarang, Jawa Tengah terhadap mahasiswa Politeknik Negeri Semarang bertambah.

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang melapor ke Polsek Tembalang, Rabu, atas perbuatan biro perjalanan tersebut yang menerlantarkan para mahasiswa saat menyelenggarakan kuliah kerja lapangan ke Bali.

Bacaan Lainnya

Laporan tersebut merupakan yang kedua setelah sebelumnya mahasiswa dari Program Studi Program Studi Akuntansi dan Keuangan Perbankan Polines melapor ke Polrestabes Semarang.

Ketua Panitia KKL Program Studi Teknik Mesin Polines, Prasetyo menuturkan sekitar 150 mahasiswa gagal melaksanakan kuliah kerja ke Bali.

Padahal, lanjut dia, rombongan mahasiswa tersebut sudah menyetor uang sebesar Rp145 juta untuk akomodasi kegiatan tersebut.

“Rencana KKL ke Surabaya dan Bali, tapi cuma sampai Surabaya. Batal ke Bali,” katanya.

Menurut dia, kejanggalan atas biro perjalanan tersebut sudah terlihat saat awal keberangkatan pada 1 Februari.

Bus yang seharusnya memberangkatkan para mahasiswa, kata dia, tidak datang sehingga keberangkatan ditunda hingga 2 Februari.

Kemalangan para mahasiswa tersebut belanjut usai melaksanakan KKL di Institut Sepuluh Nopember Surabaya dan Petrokimia Gresik.

“Pendamping perjalanan yang berasal dari Mega Dewata Tour mengajak untuk kembali ke Semarang karena sudah kehabisan dana,” katanya.

Hal tersebut, kata dia, sempat menyebabkan para mahasiswa terlantar.

Sementara itu, Kapolsek Tembalang Komisaris Ibnu Bagus membenarkan adanya laporan tersebut.

“Masih ditelusuri, masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Sebelumnya, biro perjalanan Mega Dewata Tour Semarang dilaporkan ke Polrestabes Semarang atas dugaan penggelapan sejumlah uang yang menyebabkan ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang telantar saat melaksanakan kuliah kerja lapangan ke Jakarta.

Ketua Panitia KKL Program Studi Akuntansi dan Keuangan Perbankan Polines angkatan 2014 Enis Dwi Rizki saat mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Semarang, Selasa (9/2), mengatakan Nur Alijad Ahmadi, pemilik Mega Dewata Tour Semarang diduga menggelapkan dana Rp228 juta yang semestinya digunakan untuk biaya akomodasi para mahasiswa.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *