Solo Siaga Bencana

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SOLO, Jowonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Jawa Tengah, menetapkan status siaga bencana terkait dengan tingginya curah hujan dan potensi angin kencang hingga akhir Februari 2016.

Ketua Pelaksana Harian BPBD Kota Solo Gatot Sutanto di Solo, Kamis, mengatakan tiga pos darurat kebencanaan disiapkan Pemkot Surakarta, yakni di Kotabarat Kecamatan Banjarsari, Pedaringan Kecamatan Jebres, dan di Gading Kecamatan Pasar Kliwon.

Bacaan Lainnya

Selain pos darurat, katanya, pemkot juga menyiapkan logistik, personel, pemetaan lokasi dapur umum, dan tempat pengungsian.

“Ya kami menetapkan status siaga bencana dikarenakan kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi selama dua pekan ke depan,” katanya.

Selain curah hujan yang tinggi, katanya, penetapan status siaga bencana juga mempertimbangkan kondisi tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo dari pos pantau Jurug yang sempat menyentuh 8,99 meter lebih pada Kamis dini hari.

Dia menjelaskan hal itu artinya masuk level merah dan sudah banjir.

Ia mengatakan penetapan status tersebut sebagai tindak lanjut atas penetapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Desember lalu.

Gatot mengatakan ada tiga pos darurat yang dibuka untuk menangani segala macam bencana, yakni di Kotabarat, Pedaringan, dan Gading.

Masing-masing pos itu, katanya, nantinya berfungsi sebagai pos komunikasi dan koordinasi penanganan bencana, sekaligus sebagai tempat pengaturan logistik dan personel relawan.

Ia mengatakan pos darurat itu juga akan digunakan sebagai posko pengungsian bila terjadi bencana.

Dari sisi logistik, pihaknya juga sudah menyiapkan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kedaruratan. Stok logistik itu dalam bentuk bahan makanan cepat saji dan awet, seperti mi instan, makanan dalam kemasan kaleng, dan beras.

Dia menjelaskan jika dibutuhkan penambahan logistik, BPBD akan meminta tambahan kepada Pemerintah Provinsi Jateng di Semarang.

Pemkot juga menyiapkan dana tak terduga yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk penanganan bencana.

Selain logistik, katanya, ada ribuan personel relawan yang siap untuk terjun dalam penanganan bencana. Mereka berasal dari 17 organisasi relawan di Kota Solo.

“Ya saat ini kami sedang memetakan potensi yang dimiliki masing-masing sukarelawan. Sebab dalam penanganan bencana ada ‘cluster-clusternya’, misalnya dapur umum, medis, hingga pengungsian,” katanya.

Gatot mengaku telah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Singau Bengawan Solo (BBWSBS) dan Perum Jasa Tirta untuk penanganan banjir di Solo.

Kedua instansi itu, katanya, menyiapkan peralatan berupa 20.000 karung pasir dan 6.000 beronjong dari kawat.

Balai itu juga memiliki empat pompa portabel dan dua mobil “dump truk” yang siap dioperasikan untuk menghadapi banjir. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *