Pelabuhan Kendal Mulai Beroperasi

  • Whatsapp

KENDAL,Jowonews.com – Meski belum resmi dibuka, Pelabuhan Tanjung Kendal (PTK) sudah mulai beroperasi. Peluncuran perdana KMP Kalibodri dengan tujuan ke Kumai Kalimantan Tengah secara langsung di lepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Kendal Kunto Nugroho Heriputranto, Kamis (11/2) petang.

Pengoperasian kapal tersebut karena pelabuhan sudah mendapatkan izin operasional dari Kementrian Perhubungan. Selain itu juga mendapatkan subsidi selama satu tahun. Sehingga sangat disayangkan jika tidak dioperasikan.

“Untuk peresmian memang belum, rencananya akan dilakukan sekitar akhir Februari ini oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur Jateng bersama-sama Bupati dan Wakil Bupati Kendal (Mirna Annisa dan Masrur Masykur, red) yang baru,” kata Kunto.

Menurutnya, sebelum pelabuhan beroperasi, pihaknya sudah melakukan uji coba pelayaran dari dermaga Pelabuhan Tanjung Kendal ke Kumai pada Sabtu (6/2) lalu.

“Dengan dioperasikannya pelabuhan ini diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kendal tumbuh pesat,  masyarakat bisa dengan mudah menjual hasil produksi ke Kalteng,” tuturnya.

Dia meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) segera melengkapi fasilitas yang telah ada, sebelum diresmikannya nanti. Sebab, masih ada kekurangan sarana dan prasarana pelabuhan, seperti balai karantina hewan dan tumbuhan, tempat pelayanan kesehatan, kantor syahbandar dan otoritas pelabuhan serta kantor ASDP Ferry Indonesia selaku pihak penyedia Kapal Kalibodri.

“Kami yakin, pelabuhan ini akan menjadi pemicu pertumbuhan dan perkembangan serta kemajuan perekonomian Kendal. Terutama untuk menarik investor ke Kabupaten Kendal,” tandasnya.

Sementera itu, Kepala Dishub Kendal, Subarso mengatakan, untuk langkah awal ini sesuai subsidi diberikan selama satu tahun terhitung sejak Januari dengan 84 trip Kendal-Kumai. “Rencananya dari Kendal akan berangkat setiap Sabtu, sedangkan dari Kumai akan berangkat setiap hari Senin,” jelasnya.

Untuk sekali perjalanan memakan waktu 27 jam, dengan tiket seharga Rp 200 ribu untuk sekali perjalanan. Tiket dapat dipesan di Kantor UPTD Pelabuhan Tanjung Kendal atau memesan melalui PT ASDP Ferry Indonesia. “Setelah kapal sampai Kumai,  kemudian hanya selang satu hari, kapal akan kembali lagi ke Kendal,” terangnya.

Dijelaskan, jika tarif kapal dibedakan dua kelas, yakni kelas bisnis dan kelas ekonomi. Untuk tarif kapal kelas  bisnis dewasa sebesar Rp 306.250,00 dan kelas bisnis anak-anak Rp 233.250.00.

Sedangkan tarif kapal untuk kelas ekonomi dewasa Rp 149.000,00 dan kelas ekonomi anak-anak Rp 130.000,00. “Semua sudah termasuk asuransi dan makanan,” bebernya.

Subarso menambahkan, kapasitas kapal  untuk eksekutif ada 68 orang, penumpang duduk ekonomi 198 orang, dan penumpang ekonomi dek 124 orang. Kapal juga memuat 18 truk dan 14 sedan.

Perjalanan dari Kendal ke Kumai sejauh 274 mil ditempuh selama 27 jam, dengan kecepatan 9-13 knot. (JN01/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *