Beberapa Tanggul di Solo Rawan Jebol

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Solo Gatot Sutanto mengingatkan bahwa tanggul Kaliwingko di Tempuran dan sungai Brojo di Pajang rawan longsor setelah diguyur hujan yang terus-menerus.

“Karena itu warga yang tinggal di daerah sekitar tanggul tersebut diminta lebih waspada,” katanya di Solo, Jumat.

Bacaan Lainnya

Menurut dia sebenarnya longsornya tanggul Kaliwingko dan talut Sungai Brojo sudah terjadi beberapa waktu lalu. Namun longsoran semakin parah setelah Solo diguyur hujan deras akhir-akhir ini.

“Untuk tepatnya Tanggul Kaliwingko longsor terutama di wilayah RW 023 Semanggi. Sedangkan Talut Sungai Brojo longsor tepatnya di belakang Hotel Pajang,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoodinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk memperbaiki longsoran. Salah satu upayanya dengan memasang karung pasir di lokasi longsoran.

Dikatakan langkah ini dilakukan agar tanggul maupun talut tidak jebol.

Gatot meminta warga yang berada di sekitar lokasi untuk mewaspadai longsoran. Pihaknya memprediksi pergerakan tanah di tanggul maupun talut masih dimungkinkan terus terjadi. Hal ini menyusul informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diprediksi puncak curah hujan terjadi hingga akhir bulan ini.

Gatot mengatakan bahwa dari pihak BBWSBS dan Perum Jasa Tirta telah menyiapkan masing-masing 10.000 karung pasir dan 3.000 bronjong kawat. Peralatan ini disiapkan untuk dipasang di tanggul atau talut yang longsor.

Ia mengatakan selain BBWSBS, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengecek talut dan pintu air. Saat ini, BPBD menyiapkan tiga pompa air portabel, selain itu BPBD juga mengerahkan komunitas sukarelawan bersama anggota Linmas untuk mengantisipasi banjir.

Gatot meminta warga di zona merah untuk waspada banjir. Pihaknya memetakan 21 kelurahan yang tersebar di Kota Solo masuk daerah rawan bencana banjir, yakni kelurahan Semanggi, Sangkrah, Kedunglumbu, Joyosuran dan Pasar Kliwon yang berasal dari Kecamatan Pasar Kliwon.

Sedangkan dari kecamatan Laweyan, daerah rawan banjir yakni kelurahan Panularan, Bumi dan Pajang. Untuk Kecamatan Serengan dari kelurahan Joyontakan, Tipes, dan kelurahan Serengan.

Kecamatan Banjarsari, meliputi Kelurahan Sumber, Banyuanyar, Gilingan, Nusukan, dan Kadipiro. Sedangkan dari Kecamatan Jebres, seperti Mojosongo, Gandekan, Sewu, Pucangsawit, dan Jebres.

Ia mengatakan 21 Kelurahan ini merupakan daerah aliran sungai yang melintas di Solo. Wilayah utara ada Kali Pepe dan Kali Anyar, sedangkan di selatan ada Kali Jenes dan Kali Premulung. Di wilayah timur Sungai Bengawan Solo. Budi Suyanto.(ant/JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *