Curah Hujan Tinggi, Tanaman Sayur di Purbalingga Rusak

  • Whatsapp

PURBALINGGA, Jowonews.com – Tanaman sayuran di sentra penghasil sayuran, Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, rusak akibat tingginya curah hujan di wilayah yang berada di lereng Gunung Slamet sebelah timur itu.

“Daun-daun tanaman sayuran jadi busuk akibat tingginya curah hujan sehingga tanaman menjadi rusak. Oleh karena sering hujan, sinar matahari yang sangat dibutuhkan tanaman pun menjadi berkurang,” kata Kepala Desa Serang Sugito di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jumat.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, busuk daun itu banyak dialami tanaman kentang, wortel, dan kol atau kubis.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa kerusakan paling parah dialami tanaman kentang yang diperkirakan akan panen pada bulan Maret.

“Petani kentang terancam mengalami kerugian yang cukup besar meskipun tanaman mereka tidak puso akibat tingginya curah hujan,” katanya.

Dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi, kata dia, hasil panen kentang diperkirakan tidak akan maksimal atau berkisar 30-50 persen.

Padahal, lanjut dia, biaya produksi tanaman kentang mencapai kisaran Rp50 juta-Rp70 juta per hektare.

“Jika dalam kondisi normal petani kentang bisa panen hingga 15 ton per hektare, namun dengan tingginya curah hujan seperti sekarang ini kemungkinan hanya 5-7 ton per hektare,” katanya.

Terkait harga komoditas sayuran di tingkat petani, Sugito mengakui jika saat ini sedang mengalami penurunan di antaranya wortel dan kol.

Menurut dia, harga wortel saat ini sekitar Rp2.000-an per kilogram, dua bulan lalu sempat mencapai Rp8.000 per kilogram sedangkan kol yang sempat mencapai Rp5.000-Rp6.000 per kilogram turun menjadi Rp800-Rp1.000 per kilogram.

“Kalau daun bawang masih cukup tinggi karena mencapai Rp6.000-Rp7.000 per kilogram, biasanya hanya Rp3.000 per kilogram,” katanya. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *