Aturan Seragam PNS, Masruhan Dukung Ganjar

  • Whatsapp

SEMARANG- Jowonews.com– Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil dinilai mengabaikan kearifan lokal dan tidak memihak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Permendagri tersebut mengabaikan kearifan lokal dan tidak memihak masyarakat,” kata Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Masruhan Samsurie di Semarang, Sabtu.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu secara tegas mendukung sikap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menolak penerapan Permendagri tentang seragam PNS di Jateng.

“Saya sepakat jika Gubernur Jateng menolak menerapkan peraturan itu di Jateng,” ujarnya.

Menurut Masruhan, setiap kearifan lokal yang ada di masyarakat berupa batik dan lurik harus dipertahankan serta tidak boleh diabaikan.

“Kearifan lokal jangan diabaikan karena jika tidak dilestarikan bisa hilang dari peradaban,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa jajaran PNS Jateng akan menggunakan batik dan lurik setiap Selasa hingga Jumat sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus melestarikan kebudayaan di masing-masing daerah.

Ganjar mengaku sudah berbicara langsung dengan Presiden Joko Widodo dan menyurati Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan agar mendapat pengecualian terkait dengan penerapan Peraturan Mendagri Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah provinsi setempat.

Menurut Ganjar, kondisi perekonomian dan perindustrian yang ada di masyarakat sekarang sedang dalam kondisi sulit sehingga perlu dipacu oleh semua pihak, termasuk pemerintah.

“Kalau negara tidak menstimulus, tidak merangsang, tidak membantu mereka (pelaku UMKM batik-lurik) terus siapa lagi? Kalau mau berdikari, kita harus beli produk rakyat,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan terbuka dari Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri yang akan menyekolahkan kepala daerah yang tidak mau menaati aturan tentang pakaian dinas PNS di jajaran masing-masing, Ganjar menegaskan bahwa dirinya akan mendaftar pertama kali.

“Saya daftar pertama, saya ingin tahu argumentasi ideologis kenapa harus pakai seragam, apa kalau PNS memakai seragam terus pelayanan kepada masyarakat menjadi baik?,” katanya. (Jn16/ant)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *