Alternatif Padi Varietas Rawa Lahan Pasir

  • Whatsapp

BANTUL, Jowonews.com – Kelompok tani pesisir Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan tanaman padi varietas rawa pada lahan pasir pantai selatan setempat untuk mengoptimalkan produktivitas panen.

“Tanaman padi di lahan pasir itu memang varietas rawa yang direkomendasikan dinas, karena daerahnya daerah genangan,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Yunianti Setyorini di Bantul, Senin.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, petani yang menanam padi varietas rawa jenis cilamaya itu yaitu kelompok tani di wilayah Kecamatan Kretek, Sanden dan Srandakan yang memang bagian selatan kecamatan tersebut berbatasan dengan laut selatan.

Ia mengatakan, padi cilamaya merupakan varietas tahan air genangan dengan produktivitas tinggi bisa mencapai sekitar sembilan ton gabah kering panen per hektare, padi ini sudah dikembangkan cukup lama di lahan pasir.

Namun demikian, kata dia, padi varietas rawa membutuhkan waktu sekitar 115 sampai 120 hari sejak tanam bibit untuk memasuki masa panen, lebih lama dari varietas padi lainnya yang rata-rata kurang dari 100 hari sejak tanam.

“Batang padi varietas ini jenisnya keras dan tidak mudah roboh, sehingga bisa tumbuh tinggi meskipun daerah genangan, justru semakin tinggi genangan daun makin tinggi, cocok di daerah tadah hujan lahan pasir,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Widodo mengatakan, meskipun memiliki keunggulan produktivitas tinggi, jenis padi ini rentang terhadap seragan penyakit tanaman seperti wereng.

Ia mengatakan, seperti serangan wereg batang coklat yang melanda sawah seluas kurang lebih 40 hektare di wilayah pesisir awal Februari ini, yang kemudian sudah dikendalikan dengan penyemprotan pestisida massal oleh petani.

“Ini (seragan wereng) karena pengaruh cuaca hujan sekarang, sebab kelembaban sangat mendukung perkembangan populasi wereng dan jamur, makanya harus dikendalikan supaya tidak meluas,” katanya.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *