Korban Metro Mini 640, Keluarga Berharap Pelajaran bagi Kenyamanan Transportasi Umum

  • Whatsapp
rumah duka keluarga Bagus di kudus.

KUDUS, Jowonews.com – Kendati menyisakan kepedihan mendalam atas kepergian Bagus Budi Wibowo, keluarga berharap masalah tersebut tidak menjadi kian panjang. Keluarga sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.

Hanya saja, sang adik, Gagah Guntur, berharap supaya musibah yang menimpa kakak satu- satunya tersebut menjadi pelajaran terhadap kenyamanan transportasi umum. “Kami berharap, ini bisa menjadi pelajaran bagi semua meninggalnya kakak itu bisa memberikan apa ya efek yang positif lah bahwa transportasi umum di negara kita ini masalah keamanan kenyamanan itu masih jauh dari harapan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, di Kudus, Jawa Tengah.

Gagah juga mengakui jika keluarga kecewa dengan pernyataan sopir dan kernet yang awalnya mengatakan jika Bagus didorong kawanan rampok. Kekecewaan itu karena keduanya telah menyampaikan keterangan palsu.

Ternyata, kata dia, setelah diselidiki pernyataan tersebut hanya karangan mereka berdua. “Sebenarnya Mas Bagus tidak dirampok di atas metro mini,” ujarnya.

Saat ini polisi masih menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi yang mengakibatkan Manager PT Telkom tersebut meninggal dunia.
Ia mengaku, mengetahui kabar kebohongan perampokan tersebut juga sangat kecewa.”Pihak keluarga yang sedang dilanda musibah tentu tidak menginginkan ada berita berita yang tidak benar,” ujarnya.
Ia menyerahkan, sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat yang lebih paham pada kondisi dan juga hasil visum.
Bagus Budiwibowo (41), karyawan Telkom meninggal dunia usai jatuh dari Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Sejak awal, Bagus Budiwibowo dikabarkan meninggal dunia karena didorong oleh pelaku kejahatan dari dalam Metro Mini, Kamis (11/2) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi jatuhnya Btepat berada di depan Kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin. Hal ini sesuai dengan pengakuan kernet bus kepada pihak rumah sakit.

Menurut kernet yang diketahui bernama Hendar itu, Bagus dimintai ponsel oleh para perampok. Namun saat ponsel sudah diserahkan, belum jelas bagaimana pemicunya, Bagus jatuh dari Metro Mini dan kepalanya membentur aspal.

Bagus kemudian sempat dirawat di rumah sakit. Namun, ayah dua anak itu akhirnya meninggal pada Sabtu (13/2) sekitar pukul 17.45 WIB.(Jn04/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *