Warga Tolak Truk Material Proyek Tol

  • Whatsapp
Spanduk menolak material tol di Boyolali. Foto : Jowonews.com

BOYOLALI,Jowonews.com – Sejumlah spanduk terpasang disejumlah tempat di Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel, Boyolali. Spanduk itu berisikan tulisan bernada menentang aktivitas truk pengangkut material proyek jalan tol Salatiga-Boyolali, melewati jalan desa setempat. Spanduk bertuliskan “Selamatkan Jalan dan Jembatan ku” dipasang sekelompok warga yang mengatasnamakan Forum Peduli Ngargosari.

Ada empat lokasi yang dipasangi spanduk tersebut di jalan-jalan yang dilalui truk proyek itu. Mereka meminta Satuan Kerja (Satker) Proyek Tol itu memberikan kompensasi kepada desa, sebagai ganti rugi jika jalan dan jembatan yang dilalui kendaraan meterial itu rusak.

Bacaan Lainnya

Forum Peduli Ngargosari beralasan, bahwa akibat adanya aktivitas pengangkutan material selama pembangunan jalan tol yang juga melintasi desa tersebut, akan berdampak pada kondisi infratruktur jalan dan jembatan. Sehingga masyarakat meminta adanya kompensasi.

Wakil Ketua Forum Peduli Ngargosari, Bakrie, mengungkapkan cukup khawatir dengan aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut material.

Truk-truk material itu akan berakibat pada kerusakan jalan dan jembatan. Oleh sebab itu, Forum ini dibentuk agar pelaksana jalan tol ini nanti tak meninggalkan suatu permasalahan dikemudian hari.

“Yang jelas harus ada kompensasinya terhadap kerusakan jalan, agar masyarakat tak semakin resah,” ujar Bakri Senin (15/2).

Sementara terpisah Ketua Satker Tol, Aidil Fiqri, mengaku sejauh ini belum mengetahui tentang adanya spanduk penolakan itu. Selama ini pembangunan jalan tol yang masuk wilayah kecamatan Ampel tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

“Kami akan berkomunikasi dengan warga. Permasalahan yang sebenarnya apa, karena memang ini adalah proyek negara, dimana peran masyarakat juga dibutuhkan untuk kepentingan negara ini,” kata Aidil kepada para wartawan.

Pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga kepada masyarakat yang menolak akses jalan itu. Sehingga permasalahan ini dapat segera dicarikan solusi dan tak sampai berlarut-larut. (JN01/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *