Hilangkan Kesan Angker Museum Mandala Bhakti Dibangun Kafe

  • Whatsapp

SEMARANG,Jowonews.com – Pengelola Museum Mandala Bhakti milik Kodam IV Diponegoro meresmikan sebuah kafe dengan nama Kafe Wedangan D’Museum Mandala Bhakti, Minggu (14/2) malam. Langkah itu dilakukan untuk menghilangkan kesan angker, jadul dan mangkrak.

Kafe tersebut, dibuka dan diresmikan langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi dengan pemotongan tumpeng yang dihadiri PJs Walikota Semarang, Tavip Supriyanto, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Zainul Bahar, dan para asisten serta sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro.

“Kafe ini diharapkan bisa menghidupkan Museum Mandala Bhakti yang berada di salah satu ikon wisata di Kota Semarang yakni di Kawasan Tugumuda dan Lawangsewu,” kata pengelola kafe, Donny.

Menurut dirinya tujuan dibukanya kafe milik Kodam ini untuk menghidupkan museum Mandala Bhakti Kodam IV/Diponegoro yang ketika malam hari terlihat sepi. Selain itu juga untuk memanfaatkan lahan yang bisa digunakan untuk masyarakat Kota Semarang. ” Usaha ini mendapatkan dukungan dari Pangdam, dengan tujuan agar museum Mandala Bhakti bisa hidup kembali,” ujarnya.

Dengan keunggulan halaman yang luas, halam museum juga digunakan sebagai kantong parkir bagi wisatawan yang hendak pergi ke pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran, Tugu Muda, serta Lawang sewu. ”

Ini adaah project percontohan yang akan dibuat pusat kuliner dan souvenir, serta menjadi salah satu lokasi tujuan wisata sejarah dan masyarakat lebih mengenal Museum Mandala Bhakti Kodam IV/Diponegoro,” jelasnya.

Sementara itu, PJs Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mengatakan, jika dibukanya kafe di museum Mandala Bhakti disambut baik oleh Pemerintah Kota Semarang, karena bisa menambah kekayaan wisata terutama wisata kuliner. ” Pemkoy tentu menyambut baik, kami sangat mendukung,” ungkapnya.

Selain itu museum merupakan bangunan lama selain Kota Lama sehingga ada tambahan perkembangan pariwisata yang berdekatan dengan wisata sejarah gedung Lawangsewu. ” Pengunjung bisa betah dengan kafe ini, jajanannya adalah jananan khas Semarang. Apalagi halamannya yang luas, bisa dijadikan kantong parkir,” pungkasnya.(JN01/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *