5 kilometer Jalur Pantura Timur Kudus-Rembang Rusak

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Jalur pantura timur mulai perbatasan Demak – Kudus hingga Rembang yang berbatasan dengan wilayah Jawa Timur mengalami kerusakan sepanjang lima kilometer. Hujan yang kerap mengguyur kawasan timur Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir menghambat proses penambalan jalan nasional ini.

Kerusakan tersebut berupa lubang yang tersebar di badan jalan. Diameter lubang bervariasi mulai kecil hingga sedang. Lubang-lubang jalan ini misalnya dapat ditemui di jalur pantura kawasan Bareng Kudus, Juwana Pati atau Sarang, Rembang yang berbatasan dengan Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Urusan perbaikan jalur pantura Kudus hingga Rembang di bawah kendali Suratno yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalur pantura Rembang – Batas Jatim Dinas Bina Marga Jawa Tengah.

Suratno mengatakan total panjang jalur pantura Kudus – Rembang 115 kilometer. Dan 5 – 10 persen diantaranya mengalami kerusakan. Terkait persoalan itu, kata Suratno pihaknya tak tinggal diam.

Pihaknya melakukan upaya penambalan titik-titik badan jalan yang berlubang tersebut. “Itu bagian dari pemeliharaan rutin. Tiap ada lubang pasti langsung kita upayakan tambal,” kata Suratno kemarin.

Hanya saja, upaya ini tak selalu berjalan lancar. Ada sejumlah kendala yang dihadapi jajarannya. Mulai dari padatnya arus lalu lintas hingga hambatan cuaca. Jika hujan terus mengguyur wilayah pantura timur seperti beberapa hari terakhir, maka upaya penambalan ditunda sementara waktu.

“Kalau hujan malam hari tak masalah kita masih bisa bekerja siang hari. Tapi kalau mulai pagi, siang hingga malam hujan terus mau bagaimana lagi,” jelasnya.

Suratno mengakui meski sudah ditambal, namun lubang masih kerap muncul lagi di titik yang sama. Hal itu dipicu kondisi cuaca hingga berat tonase kendaraan yang melintas di badan jalan tersebut.

“Yang namanya aspal pasti tak tahan air. Jadi kalau hujan turun terus dan banyak kendaraan tonase berat yang hilir mudik pasti tambalan jalan mengelupas lagi. Ujungnya muncul lubang lagi,” paparnya.

Suratno mengimbau agar pengguna jalur pantura, terlebih pengendara roda dua lebih waspada saat melintas di titik-titik yang mengalami kerusakan. Kewaspadaan itu penting agar lubang jalan itu tak memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Intinya itu. Lubang jalan pasti akan terus kita tambal tapi kalau rusak lagi dan pengendara tak waspada bisa bahaya,” tandasnya. (Jn04/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *