Tiga Petani Banjarnegara Tewas Tersambar Petir

  • Whatsapp

BANJARNEGARA, Jowonews.com – Tiga warga Desa Wanadri, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir, kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Catur Subandrio.

“Selain itu, tiga orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka berat dan satu orang luka ringan akibat sambaran petir itu. Anggota kami saat ini sedang berada di lokasi untuk melakukan ‘assessment’,” katanya saat dihubungi Antara melalui saluran telepon dari Purwokerto, Rabu.

Bacaan Lainnya

Dia mengakui bahwa wilayah barat Banjarnegara, khususnya Kecamatan Bawang, sempat terjadi hujan lebat disertai petir pada Rabu siang.

Oleh karena itu, dia mengimbau warga untuk mencari tempat berteduh yang aman jika terjadi hujan lebat yang disertai petir sehingga dapat terhindar dari musibah.

Terkait kondisi cuaca yang sering terjadi hujan lebat, dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejadian atau bencana yang menonjol di Banjarnegara.

“Alhamdulillah belum ada, baru kejadian tersambar petir ini saja,” katanya.

Saat dihubungi secara terpisah, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan bahwa berdasarkan hasil “assessment” di lapangan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat terjadi hujan lebat yang disertai petir di Desa Wanadri, Kecamatan Bawang.

“Saat itu, korban yang bekerja di perkebunan Blok Cacar yang seluruhnya warga Desa Wanadri RT 01 RW 11 sedang beristirahat di sebuah gubuk karena terjadi hujan lebat yang sertai petir. Akan tetapi tiba-tiba ada petir yang menyambar mereka,” katanya.

Akibat sambaran petir itu, kata dia, tiga orang meninggal di lokasi kejadian, yakni Slamet (30), Suryati (35), dan Muhayat (47).

Sementara tiga orang lainnya, lanjut dia, mengalami luka berat sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Islam Banjarnegara.

“Tiga korban luka berat terdiri atas Hedi (30), Sawen (40), dan Sarni (48), sedangkan korban luka ringan bernama Hadi Turyono (51) tidak dibawa ke RSI Banjarnegara,” katanya. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *