Rawat Bayi, Pasutri Anjal Tempati Los Pasar Bulu

  • Whatsapp
AS dan YS merawat bayi mereka yang berusia 7 hari di pasar Bulu. Jowonews.com

SEMARANG, Jowonews.com – Kisah pasangan muda YS (16) dan istrinya AS ( 16) menyentuh warga yang biasa berkunjung ke Pasar Bulu. Pasangan ini bersama dengan bayi mereka yang berusia tujuh hari, menjalani kehidupan di salah satu lorong pasar di sudut los lantai 3. Bayi AS yang beratnya 2,9 kg dan panjang 4,8 cm dibesarkan dengan fasilitas seadanya.

AS mengaku hidupnya sebatang kara sepeninggal kedua orang tuanya. Perempuan berambut ikal itu mengaku berasal dari kawasan Gunung Brintik, yang letaknya tidak jauh dari Pasar Bulu.

Kehidupan tanpa orang tua mengantarnya hidup di jalanan hingga bersua dengan YS, sesama pengamen jalanan. Keduanya pun menjalin asmara hingga AS hamil.
Saat kehamilannya berusia delapan bulan, AS pun memperoleh pendampingan Novi Debrayanti dari Komunitas Sahabat sehingga diberikan kesempatan mendapatkan persalinan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu.

“Berkat petunjuk ibu Novi kami langsung bawa ke RS Mardi Rahayu. Kami dilayani dengan baik, bahkan kami bayar beaya persalinan sendiri Rp 1,1 juta,”ujar AS sembari memberi susu bayi kecilnya.

Keinginan keduanya pun cukup sederhana, yakni menikah secara resmi, memiliki KTP dan KK untuk mengurus akta kelahiran anak perempuanya yang masih berumur 7 hari tersebut. Sementara untuk dirinya sendiri, dia mengaku pasrah dan tidak berharap banyak kepada pemerintah yang dinilainya tidak begitu peduli akan nasib kaum marginal seperti dirinya.“Ingin punya KTP sama KK buat ngurus akte mas, habis itu saya mau ngekos saja, kasihan anak saya kalau disini terus,” katanya. (Jn01/Jn16)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *