Pembunuhan Pasangan Homo Direkonstruksi

  • Whatsapp

DEMAK,Jowonews.com – Kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi hubungan sesama jenis tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja. Demak, yang notabene adalah kota wali pun sudah mulai dirasuki hubungan yang dilaknat agama tersebut.

Korbannya adalah Wisnu Wibowo (51) warga Desa Mintreng Kecamatan Kebonagung Demak. Sedangkan pelaku adalah pasangan sesama jenisnya bernama Bambang Edy Susilo (26) warga Dukuh Sari Desa Masaran Kabupaten Sragen. Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Bandungrejo Kecamatan Mranggen Demak  pada bulan Juli 2015 lalu saat bulan puasa ini tentu saja mengejutkan warga sekitar.

Bacaan Lainnya

Pelaku yang sempat melarikan diri selama beberapa bulan di Kisaran Medan Sumatera akhirnya ditangkap petugas Reskrim Polres Demak saat pulang di rumahnya. Untuk melengkapi keterangan dalam sidang atau pelengkap barang bukti, kemarin (18/2) dilakukan reka ulang di Bandungrejo.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni menjelaskan awal kejadian 8 Juli 2015, sekitar pukul 08.00 WIB tersangka datang dan sudah berniat untuk membunuh korban. Saat itu Bambang merasa tertekan atas perlakuan Wisnu yang selama ini memaksanya menjadi pasangan sesama jenis alias homoseksual.

Kemudian pukul 10.00 WIB Bambang mengambil sebilah pisau yang disimpan di jok motor Honda Vario dan selanjutnya menuju ke rumah korban. “Saat itu keduanya sudah bertemu dan berbincang-bincang di ruang tamu, lalu pukul 13.00 WIB Wisnu berpamitan untuk pergi bekerja, dan Bambang tetap menunggu Wisnu di rumahnya,” jelas Zamroni.

Pada pukul 17.30 WIB keduanya kembali bertemu termasuk seorang saksi yakni Raditya untuk melaksanakan buka puasa bersama. Tak lama kemudian saksi berpamitan untuk pergi bekerja meninggalkan keduanya sendirian di rumah. Saat tengah berduaan inilah korban mengajak tersangka untuk melakukan hubungan sesama jenis.

Namun Bambang menolaknya sehingga membuat Wisnu marah, dan mengancam Bambang. Karena diancam, Bambang menuruti kemauan Wisnu. Usai bersodomi ria, Bambang yang kecapekan akhirnya tertidur, dan terbangun saat sahur tiba. “Selesai sahur, Wisnu tidur lagi, saat itulah pelaku mengambil pisau di dalam jok motornya dan dihujamkan ke perut korban,” imbuh Zamroni.

Namun ternyata Wisnu sempat terbangun dan berhasil merebut pisau dari tangan Bambang, bahkan sempat mengejar Bambang. Bambang akhirnya berhasil melarikan diri melalui pintu belakang sembari mengambil HP milik Wisnu. HP tersebut dijualnya di Semarang, untuk bekal kabur ke Jakarta dan diteruskan menuju Sumatera.(JN01-Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *