Pemkot Gencarkan Gerakan Bebas Nyamuk

  • Whatsapp

SALATIGA, Jowonews.com-– Wakil Walikota Salatiga Muh. Haris SS, M.Si meresmikan pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tahun 2016. Gerakan itu dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Sekaligus mensukseskan upaya Kota Salatiga untuk meraih Penghargaan Adipura

 “Ini sudah sejalan dengan Gerakan Indonesia bersih Sampah 2020.” Ujar Wawali di halaman pemkot saat memimpin apel luar biasa pencanangan gerakan PSN, Jumat(19/2) pagi.

Bacaan Lainnya

Muh. Haris menegaskan, pentingnya kegiatan 3R (Reduce, Re-Use dan Recycle), sebab kegiatan tersebut tidak hanya mengurangi sampah yang dihasilkan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Sebetulnya kita telah sering melakukan kegiatan kebersihan semacam ini, yaitu resik-resik kutho, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun yang terkait dengan moment-moment khusu,.” imbuh wawali. 

Sementara, berdasarkan data Dinas Kesehatan,  kasus demam berdarah di Jawa Tengah Tahun 2015 mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun sebelumnya  dengan kenaikan kasus sebesar 45,8% (dari 33.28/100.000 penduduk menjadi 48.55/100.000 penduduk). 

Demikian juga dengan Kota Salatiga di tahun 2014 ditemukan adanya 9 kasus DBD, Tahun 2015 meningkat menjadi 26 kasus DBD , sedangkan untuk tahun 2016 sampai dengan pertengahan bulan Februari saja sudah ada 11 kasus.

Dalam rangka pemberantasan penyakit DBD, Pemerintah Kota Salatiga telah menunjuk 2 wilayah yaitu RW 2 dan RW 7 kelurahan Sidorejo Lor sebagai kawasan percontohan bebas jentik dengan memberdayakan dasawisma  dalam kegiatan PSN secara rutin dan berkala dengan monitoring oleh RT,RW, Kelurahan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga.

Pemilihan kelurahan Sidorejo Lor karena wilayah tersebut merupakan endemis demam berdarah, dimama selama 3 tahun berturut-turut terdapat kasus demam berdarah.

Wawali juga mengingatkan PSN dapat dilaksanakan dengan secara rutin melakukan 3M plus, mengubur, menutup, menguras, plus mendaur ulang barang bekas dan menyingkirkan barang-barang yang berpotensi menggenangkan air yang berpotensi sebagai tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *