Tembakan Membabi-buta, Enam Tewas di Michigan

  • Whatsapp

MICHIGAN, Jowonews.com –  Sedikit-dikitnya enam orang tertembak dan tewas di Michigan, Amerika Serikat, Sabtu malam dalam rentetan penembakan membabi-buta, kata media setempat.

NBC News, mengutip beberapa petugas di kantor sheriff, melaporkan bahwa enam orang tewas dan tiga lagi terluka akibat penembakan di sekitar kecamatan Kalamazoo.

Bacaan Lainnya

“Kami tampaknya akan berurusan dengan skenario terburuk. Seseorang bergerak di sekitar tempat penembakan,” kata NBC mengutip pernyataan Wakil Sherif Kecamatan Kalamazoo Paul Matyas.

Media setempat melaporkan bahwa empat orang tewas tertembak di rumah makan Cracker Barrel, kota Texas, dan dua lagi tewas di penyalur mobil Seelye Kia di Kalamazoo.

Matyas mengungkapkan bahwa pada awalnya, polisi mendapatkan panggilan untuk menuju bangunan apartemen di kecamatan Kalamazoo. Di tempat itu, seorang perempuan ditembak berkali-kali dan kemudian terdaftar sebagai korban dalam keadaan gawat.

Beberapa jam kemudian, polisi mendapatkan panggilan untuk menuju penyalur mobil tersebut. Di situ terdapat dua orang tertembak dan tewas, sedangkan seorang lagi terluka.

Empat orang lain tewas dalam tembakan ketiga di tempat parkir rumah makan Cracker Barrel. Kelompok bersenjata memuntahkan pelurunya ke arah orang di dalam mobil setelah melakukan percakapan singkat.

“Seorang korban kelima dalam keadaan luka parah,” kata Matyas.
Korban dan tempat penembakan tidak satu pun bertanda mengarah kepada pelaku, kata saksi berusia 50 tahun.

Polisi menganggap pelaku masih berkeliaran dan belum dapat memastikan alasan penembakan acak tersebut.

Pihak berwenang di AS belum bisa melalukan verifikasi yang bisa dilaporkan secara independen. Namun pihaknya telah memastikan jumlah korban yang tewas dalam wawancara dengan media yang telah melaporkannya ke lamannya masing-masing.

Jatidiri korban belum diumumkan, namun media setempat melaporkan bahwa seorang korban luka berat adalah seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun.

Peristiwa tersebut terjadi saat polisi AS sedang melakukan penyelidikan atas serangan membabi buta di sebuah klinik di San Bernardino, California, pada Desember 2015 yang menewaskan 13 orang. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *