Korsel Marahi Korut Karena Sebut Presiden Park ”Pelacur Sinting

  • Whatsapp

SEOUL, Jowonews.com – Korea Selatan pada Minggu mendesak Korea Utara menghentikan serangan kasar pribadi terhadap Presiden Park Geun-hye setelah Pyongyang menyebutnya “pelacur tua sinting” dalam cacian terkininya.

“Kami menyampaikan penyesalan sebesar-besarnya atas serangan pribadi Korea Utara kepada kepala negara kami dengan bahasa kasar itu,” kata kementerian penyatuan kembali Seoul, yang menangani seluruh urusan lintas perbatasan, dalam pernyataan.

“Korea Utara seharusnya sesegera mungkin menghentikan serangan kasar tersebut,” tambahnya.

“Rodong Sinmun”, surat kabar partai komunis Korea Utara, yang berkuasa, pada Minggu mengecam pemimpin konservatif Korea Selatan karena menuntut sejumlah hukuman lebih kuat terhadap Pyongyang menyusul uji nuklir dan peluru kendali mereka.

Berita utama dalam liputan satu halaman penuh itu menyebut Park, yang berusia 64 tahun, “iblis pembunuh” dan “pelacur tua picik” dan berusaha meruntuhkan pemerintahan Korea Utara dengan gerakan terbarunya, yang dilakukan untuk menghukum Pyongyang.

“Pelacur tua sinting bernama Park Geun-hye ini menjatuhkan lebih banyak penderitaan terhadap warga negara kami, yang sudah menderita dari tragedi, yang memisahkan mereka,” kata salah satu tulisan.

Korea Utara pada awal bulan ini meluncurkan satelit ke orbit yang dipandang oleh khalayak internasional sebagai sebuah uji coba misil balistik yang disamarkan, uji coba misil tersebut dilarang oleh PBB.

Peluncuran yang dikutuk secara internasional itu menyusul uji coba nuklir keempat yang dilakukan oleh Pyongyang pada Januari, yang secara langsung meningkatkan ketegangan dan memicu Park untuk menutup lokasi industri gabungan antar-Korea sebagai langkah balasannya.

Wilayah Kaesong yang terletak di Korea Utara, dimana terdapat sebanyak 126 perusahaan Seoul yang memiliki pabrik di tempat itu dan mempekerjakan sekitar 54.000 warga Korea Utara, wilayah itu dipandang sebagai sebuah sumber pendapatan kunci bagi Korea Utara yang miskin sejak dibuka pada 2004 lalu.

Salah satu tulisan, yang dimuat di “Rodong”, juga mencela Park sebagai seorang “terbodoh dari yang bodoh” karena penutupan itu menyebabkan kerusakan besar keuangan bagi perusahaan Korea Selatan di tempat itu.

“Manusia cacat tidak bersusila ini tidak pernah menunjukkan sikap baik kepada umat manusia, begitu pula terhadap rakyatnya,” kata tulisan itu.

Korea Utara seringkali mengutarakan serangan kasar pribadi dan sangat seksis kepada Park, yang bersikap keras terhadap Korea Utara.

Mereka sebelumnya menyebut Park sebagai seorang “wanita pengemis, yang mengoceh kepada dirinya di ujung ruangan” atau menyebutnya sebagai “pelacur”, yang ingin mendekati Presiden Amerika Serikat Barack Obama, pemimpin sekutu militer utama Korea Selatan. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *