Produksi Ikan Asin Pekalongan Terancam Berhenti

  • Whatsapp
JAKARTA, 6/10 - PRODUKSI IKAN ASIN. Seorang pekerja menjemur cumi-cumi di Muara Karang, Jakarta, Selasa (6/10). Proses pengeringan ikan asin yang masih tradisional dan mengandalkan sinar matahari menyebabkan produksi terhambat saat datangnya musim penghujan. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ss/09.

PEKALONGAN, Jowonews.com – Produsen ikan asin di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah kini mengalami kesulitan dalam proses produksi karena hujan sering mengguyur daerah setempat.

Seorang pembuat ikan asin Carudi di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa curah hujan yang relatif cukup tinggi mengguyur wilayah setempat mengakibatkan para produsen ikan asin menghentikan aktivitas produksinya.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, produsen kesulitan kesulitan melakukan pengeringan ikan asin karena kondisi mendung dan masih sering hujan. Pembuatan ikan asin memang harus memanfaatkan panas matahari tetapi kini produsen kesulitan karena hujan masing sering mengguyur daerah ini,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi pembusukan, produsen terpaksa mengawetkan ikan dengan penggaraman agar bisa bertahan lebih lama mengingat cuaca lembab.

“Oleh karena, proses produksi ikan asin akan membutuhkan biaya lebih besar dan waktu relatif lama karena ikan harus disimpan dengan garam lebih banyak dan waktu yang lama sambil menunggu panas matahari. Jika gak kondisi langit mendung, ya disimpan dulu,” katanya.

Menurut dia, jika dalam kondisi cuaca cerah, produsen ikan hanya membutuhkan garam sekitar 10 kilogram tetapi kini sekitar 50 kilogram, serta waktu penjemuran ikan yang cukup lama.

“Oleh karena, produsen ikan asin kini lebih memilih menghentikan kegiatan produksinya. Jika gak ada panas otomatis garam yang digunakan juga lebih banyak,” katanya.

Juru timbang Tempat Pelalangan Ikan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan Mayanto Soeparno mengatakan saat jumlah produksi ikan turun justru permintaan ikan asin basah meningkat.

“Sebagian besar, pembeli ikan basah untuk diasinkan ini adalah masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. Ikan yang diburu masyarakat ini, antara lain ikan petek, layur, dan kuniran,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *