Rudy Sebut Tiga Kecamatan di Solo Sering Banjir

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa ada tiga wilayah kecamatan di Kota Solo sering terkena banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo.

“Tiga wilayah kecamatan itu, yakni Jebres, Pasar Kliwon, dan Serengan,” kata Rudyatmo saat memimpin Apel Gelar Kekuatan Tanggap Bencana di parkiran Stadion Manahan Solo, Senin.

Bacaan Lainnya

Apel gelar kekuatan tanggap bencana yang diprakarsai oleh Polresta Surakarta didukung 1.000-an personel dari Polri, TNI seperti Korem 074/Warastratama, Grup 2 Kopassus, Lanud Adi Soemarmo, Kodim 0735/Surakarta, PMI, Basarnas, BPBD, SAR, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Bahkan, peserta apel juga menyiapkan sejumlah peralatan SAR penanganan darurat bencana antara lain berbagai kendaraan darat untuk evakuasi, perahu, peralatan dapur umum, pemadam kebakaran dan lain sebagainya.

Rudyatmo mengatakan banjir di Solo di tiga kecamatan tersebut, yakni di Kelurahan Pucang Sawit, Sewu dan Jebres, Mojosongo (Jebres), Sangkrah, Semanggi yang mayoritas di bantaran sungai (Pasar Kliwon), dan Joyontakan (Serengan).

Namun, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sebagai antisipasi banjir terutama masyarakat di daerah bantaran Sungai Bengawan yang belum selesai relokasi, dan pembuatan serta membenahi drainase.

Selain itu, Rudyatmo juga optimistis dengan persiapan personel dan alat kelengkapan penanggulangan bencana di Solo tersebut sehingga jika terjadi bencana sewaktu-waktu dapat ditangani secara cepat.

“Kami menyambut baik kesiapan dari tim gabungan yang terdiri antara lain Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan elemen masyarakat lainnya,” katanya.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Polisi Ahmad Luthfi mengatakan kegiatan apel siaga tanggap bencana tersebut menindaklanjuti perintah Kapolri dan diamanatkan oleh Gubernur Jateng, salah satunya kewaspadaan terhadap bencana alam di daerah masing-masing.

Menurut Kapolresta bahwa Solo juga salah satu daerah yang dijadikan pilot proyek penanganan darurat satu pintu yang terdiri atas Polri, TNI, PMI, SAR, dan komponen masyarakat lainnya atau 911.

“Kami telah siap segala laporan yang diterima penanganan darurat sekitar 10 hingga 15 menit petugas gabungan sudah di lokasi kejadian,” katanya.

Menurut dia, 911 yang ada di Kota Solo merupakan yang pertama di Indonesia. Negara beradap jika sudah memiliki tim 911 karena nyawa manusia dihargai, dan Indonesia belum mempunyai 911 ini.

Pada acara Apel Gelar Kekuatan Bencana tersebut selain dihadiri Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Kapolresta Kombel Pol Ahmad Luthfi, juga Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, Danrem 074 Warastratama Kolonel Inf. Maruli Simanjutak, Dangrup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kolonel Inf. Rafael Granada Baay, Danlanud Adi Soemarmo Kolonel Nav. Agus Priyanto, dan Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf. Chrisbianto Arimurti. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *