Dewan Monitor Pengupahan Buruh di Kendal

  • Whatsapp
KENDAL, Jowonews.com – Setelah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tentang pengupahan resmi diberlakukan, dewan ingin memonitor kendala yang terjadi di lapangan dan sejauh mana PP ini dilaksanakan.
Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zein, menyampaikan dewan mengunjungi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kendal dan ingin menggali beberapa hal. “Kami ingin tahu bagaimana Disnaker Kendal merespon PP. 78 tentang pengupahan, juga beberapa dampak dari pemberlakuan seperti banyaknya PHK,” pungkas Zein di Kantor Bupati Kendal, Jum’at (26/2/2016).
Ia juga menyatakan bahwa permasalahan yang terjadi dikendal sebagai dampak pemberlakuan PP pengupahan tersebut bukti perlunya pengawasan pemerintah. “Perlu diperbanyak tenaga pengawas dari pemerintah, saya yakin banyak masalah dapat dicegah. Jadi suasana yang tercipta itu keterbukaan” kata politisi PKB itu.
Kepala Disnaker Kabupaten Kendal Dewi memaparkan UMK Kendal yang ditetapkan sebesar Rp 1.639.600 merupakan urutan ketiga terbesar di Jateng setelah Demak. Ia menyatakan angka tersebut sudah sesuai kebutuhan hidup layak. “Sesuai survey dewan pengupahan, ada tim yang survey bahan pokok dan ada tim survey kebutuhan tambahan,” kata Dewi.
Dewi menambahkan mengenai dampak PHK yang terjadi pihaknya komitmen tetap mefasilitasi. “Tetap haknya juga dipenuhi, BPJS misalnya, kita fasilitasi.” Ia juga menyatakan memang ada perusahaan yang memberikan upah belum sesuai UMK namun yang terpenting ada kesepakatan antara pekerja dan pengusaha. “Ada yang memang buruhnya menerima, asal dapat pekerjaan, contoh itu toko dan SPBU itu masih ada yang dibawah UMK Kendal.”
Sementara itu perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kendal Sugeng menyampaikan UMK yang ditetapkan cukup mengagetkan bagi pengusaha yakni dengan kenaikan 18,5%. “Yang dilakukan pengusaha yakni pengurangan tenaga kerja dan pengurangan upah tidak normatif semisal uang lembur,” kata Sugeng. (jn17/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *