Empat Pintu Air Dibiarkan Rusak ,680 Rumah Terendam banjir

  • Whatsapp

KAJEN, Jowonews.com – Lantaran empat pintu air yang ada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, rusak dan tidak berfungsi, sebanyak 680 rumah yang ada di desa tersebut terendam air. Tinggi air rata-rata mencapai 30 centimeter. Bahkan rusaknya pintu air tersebut, juga mengakibatkan rusaknya tambak ikan milik petani yang ada di desa tersebut.

Rusaknya pintu air tersebut, karena tidak adanya pemeliharaan dari pihak desa, beberapa pengait pada pintu air telah hilang dicuri. Demikian juga dengan pompa air yang ada, tidak bisa lagi digunakan karena rusak, dan alat pendongkak mesin pompa pun ikut hilang.

Sudjono (56) Ketua RT 06 Desa Mulyorejo, Selasa (01/03) kemarin, mengungkapkan selama ini ada empat pintu air di Desa Mulyorejo, yang berada di sebelah timur, barat dan dua di sebelah utara desa. Tentu awanya berfungsi dengan baik, namun sejak dua tahun terakhir pintu air tersebut, tidak bisa lagi digunakan secara maksimal, atau tidak berfungsi.

“Pertama yang rusak pintu air di sebelah timur, akibatnya air sungai Bremi saat hujan deras meluap. Akibatnya air tersebut masuk ke desa, dan ada 200 rumah yang terendam air,” ungkap Sudjono.

Sudjono juga mengatakan, karena luapan air sungai Bremi semakin besar, pintu air yang ada tidak lagi kuat menahan derasnya luapan air sungai. Karena harus menahan air dari kedua sisi, yakni air dari sungai dan air dari pasang laut.

Karena pintu sering digunakan untuk menaikturunkan pintu, akibatnya pengait rusak. Demikian juga dengan pintu yang mulai berkeropos. Diperparah pengait pintu air di sebelah barat, yang letaknya hanya dua meter dari jalan raya, hilang dicuri orang.

“Warga inginnya empat pintu air tersebut diperbaiki, dibuatkan pintu klep yang fleksibel atau otomatis,” kata Sudjono.

Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, membenarkan jika empat pintu air yang ada di desanya itu rusak. Namun untuk pintu air di sebelah utara dan timur, masih bisa digunakan meski tidak maksimal. Karena bukaan pintu tidak bisa diangkat secara penuh.

Menurutnya pihak desa sudah melaporkan dan mengajuan bantuan, kepada Pemda Kabupaten Pekalongan. Agar ada upaya perbaikan terhadap empat pintu air tersebut, karena dengan rusaknya pintu air tersebut, jumah rumah yang terendam air semakin membanyak.

“Sekarang ada 680 an rumah yang terendam air, akibat rusaknya empat pintu air tersebut,” jelas Mubarok.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian dan evaluasi terhadap rusaknya empat pintu air tersebut. Pada tahun 2016,  Pemkab sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan.

“Tahun ini akan kita perbaiki. Kam berharap pihak desa juga seharusnya ikut menjaga dan memelihara akan pintu air tersebut,” tegas Bambang Pramukanto. (Jn01/Jn16)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *