Kerupuk Udang Tembus Pasar Online Terbesar di Tiongkok

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Puluhan produk makanan minuman dan barang konsumsi siap memasuki pasar Tiongkok melalui Tmall.com, anak perusahaan penyedia jasa online terbesar di Tiongkok, Grup Alibaba.

Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy S Iswara Jumat, mengatakan, “keseluruhan produk tersebut, akan diseleksi lebih dulu oleh pihak Tmall.com berkerja sama dengan Indonesia Chamber of Commerce in China (Inacham), sebelum tampil di platform mereka.” Tim manajemen Tmall memastikan apakah produk yang akan dipasarkan benar-benar makanan dan minuman khas Indonesia. Barang konsumsi pun juga harus khas Indonesia. “Originalitas, keunikan, itu yang utama. Proses seleksi berkisar empat hingga lima bulan,” ungkap Dandy.

Produk sarang burung walet, kopi luwak, kudapan seperti biskuit, keripik singkong, sambal, dan kerupuk udang Sidoarjo, dan beberapa lainnya telah berhasil memasuki pasar Tiongkok melalui situs belanja daring milik Tiongkok tersebut.

Dandy menambahkan Tmall Global merupakan platform Business to Consumer (B2C) dari Grup Alibaba untuk produk yang belum memasuki pasar Tiongkok.

“Platform ini memberika akses pengusaha Indonesia untuk dapat langsung menjual produknya langsung kepada konsumen di Tiongkok, tanpa melalui pihak importir atau distributor,” ujarnya, menambahkan.

Selain itu, lanjut Dandy, produk yang masuk Tiongkok melalui fasilitas itu tidak dibebani pengecekan costums clearance yang panjang, tidak perlu membayar bea masuk, dan tidak dikenakan VAT (batasan untuk nilai transaksi tertentu.

Pasar Tiongkok telah menjadi pasar e-commerce terbesar dunia dengan total transaksi sebesar 287 triliun dolar AS, melebihi Amerika Serikat yang mencapai 263 triliun pada 2013.

Bahkan, lanjut Dandy, pada 2015 data penjualan ritel daring tercatat meningkat 33,3 persen dibandingkan 2014. Sedangkan untuk konsumen “cross border e-commerce” tercatat 40 miliar dolar AS pada 2015 dan diperkirakan meningkat hingga 50 persen pada 2016.

Ia mengemukakan daya beli masyarakat Tiongkok dari tahun ke tahun terus meningkat, didukung gaya hidup masyarakat setempat, yang lebih memilih produk makanan minuman impor, karena dianggap lebih berkualitas dan aman, terutama produk makanan serta minuman dari ASEAN. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *