PURBALINGGA, Jowonews.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga bersama Kepolisian Resor Purbalingga, Jawa Tengah, merazia sejumlah rumah kos mahasiswa guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan narkoba.

Dalam razia yang dipimpin Kepala BNNK Purbalingga Ajun Komisaris Besar Polisi Suprinarto, Rabu(23/3) malam hingga Kamis dini hari, petugas gabungan mendatangi rumah-rumah kos yang mayoritas dihuni mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Kehadiran petugas BNNK dan Polres Purbalingga itu sontak mengejutkan penghuni rumah-rumah kos tersebut.

Setelah diberi penjelasan oleh petugas, mereka pun dengan sukarela menjalani tes urine.

Kendati demikian, tidak seluruh penghuni rumah kos yang didatangi petugas turut menjalani tes urine karena sebagian penghuninya masih berada di luar untuk mengerjakan tugas bersama rekan-rekannya maupun melakukan kegiatan lainnya.

Razia tersebut tidak hanya menyasar rumah-rumah kos mahasiswa, rumah kos mahasiswi pun tidak luput dari incaran petugas.

Saat mendatangi salah satu rumah kos mahasiswi, petugas hanya melakukan tes urine terhadap dua penghuni tempat itu karena sebagian di antaranya sudah tidur dan sulit dibangunkan sedangkan yang lainnya sedang pergi.

Salah seorang penghuni rumah kos, Putri mengaku sempat terkejut ketika mengetahui kedatangan petugas BNNK dan Polres Purbalingga.

“Tapi setelah mengetahui kalau tes urine, ya enggak apa-apa. Apalagi, kita kan mahasiswa baik-baik, kenapa harus takut, biasa saja,” kata mahasiswi Fakultas Teknik Unsoed itu.

Menurut dia, wajar jika dilakukan razia di rumah-rumah kos karena di beberapa daerah banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh mahasiswa.

Kehadiran petugas BNNK dan Polres Purbalingga di rumah kos mahasiswa pun menarik perhatian warga sekitar sehingga mereka berdatangan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu.

Bahkan, beberapa mahasiswa yang sedang melintas pun berhenti dan bertanya kepada anggota Polres Purbalingga maupun wartawan mengenai apa yang terjadi di rumah kos yang dihuni teman-teman mereka.

“Maaf Pak, ada apa sih, kok ramai banget. Tidak ada apa-apa kan,” tanya salah seorang mahasiswa yang sedang melintas.

Setelah diberi penjelasan, mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali.

Saat ditemui usai razia, Kepala BNNK Purbalingga AKBP Suprinarto mengatakan bahwa berdasarkan hasil tes urine terhadap 36 penghuni dari empat rumah kos, seluruhnya negatif.

“Sementara ini belum ada yang ditengarai menggunakan narkotika. Kami akan melaksanakan kegiatan ini terus-menerus secara rutin dan kebetulan hari ini bersama dengan Polres yang melaksanakan kegiatan Operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba),” katanya.

Menurut dia, razia di rumah-rumah kos akan terus dilakukan termasuk lembaga pendidikan dan seluruh tempat yang memungkinkan terjadinya pelanggaran Undang-Undang Narkotika.

Ia mengharapkan masyarakat Purbalingga tidak menyalahgunakan narkotika.

Disinggung mengenai tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di Purbalingga, Suprinarto mengatakan bahwa hingga saat ini termasuk paling rendah jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Purbalingga.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Purbalingga Ajun Komisaris Polisi Senentyo mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan kasus penyalahgunaan narkoba oleh pelajar atau mahasiswa di Purbalingga.

“Kalau kasus penyalahgunaan psikotropika oleh pelajar atau mahasiswa pernah ditemukan karena psikotropika karena bisa beredar di luar apotek dan harganya pun relatif murah,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba di Purbalingga yang masyarakatnya termasuk golongan ekonomi rendah masih relatif kecil karena harganya mahal.

Menurut dia, orang Purbalingga yang punya duit pun agak sulit untuk menjangkau narkoba.

“Kalaupun ada, modelnya secara urunan karena satu paket (narkoba) saja yang paket hemat bisa mencapai Rp500 ribu kemudian dipakainya bersama-sama,” katanya. (jn03/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here