CILACAP, Jowonews.com – Peralatan penangkap ikan bagi nelayan tradisional di Cilacap, Jawa Tengah, perlu dimodernisasikan, kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono.

“Hal ini perlu dilakukan karena pada saat kondisi cuaca kurang bersahabat seperti sekarang, pendapatan nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil sangat berkurang,” katanya di Cilacap, Kamis.

Dalam hal ini, kata dia, nelayan-nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil jarang berani melaut ketika kondisi cuaca kurang bersahabat sehingga pendapatan mereka berkurang.

Oleh karena itu, lanjut dia, nelayan tradisional mengharapkan adanya bantuan modernisasi peralatan penangkap ikan.

“Nelayan mengharapkan adanya semacam penggantian alat tangkap mereka dengan alat yang lebih modern. Barangkali ada alat yang kurang ramah lingkungan, mereka siap diganti dengan alat yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, penggantian alat tangkap tersebut dilakukan setelah alat tangkap yang baru diterima oleh nelayan.

“Jangan sampai alat yang lama ditarik lebih dulu, baru diberi alat yang baru. Mereka bisa saja tidak dapat melaut karena menunggu alat yang baru,” katanya.

Sementara untuk nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar, Sarjono mengatakan bahwa mereka tidak terkendala oleh cuaca buruk sehingga tetap bisa melaut untuk mencari ikan di laut lepas.

Menurut dia, saat ini ikan tuna mulai banyak bermunculan di rumpon yang berlokasi sekitar 200 mil laut dari Cilacap dan berada di kedalaman sekitar 2.000 meter dari permukaan laut.

Selain itu, kata dia, ikan bakor juga mulai banyak bermunculan di laut lepas. (jn03/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here