SEPI - Shelter Suryokusomo yang menjadi tempat relokasi PKL Tlogosari Semarang masih sangat sepi. (JN19)

SEMARANG, Jowonews.com – Sejak diresmikan sekitar tiga pekan lalu, , Shelter Suryokusomo di Tlogosari Kecamatan Pedurungan masih sepi pengunjung. Pedagang eks PKL Tlogosari pun juga masih sedikit yang menempati Shelter Suryokusumo.

Sebelumnya Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, telah meresmikan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Tlogosari ke Shelter Suryokusomo tersebut pada 6 Maret lalu.
Hanya ada beberapa pedagang yang mulai berjualan dan mengeluhkan kondisi beberapa fasilitas shelter kurang berfungsi maksimal.

Salah satu pedagang, Muhdasoh mengatakan, dirinya hanya menghabiskan Rp700 ribu untuk membangun kiosnya karena berbahan kayu dan dikerjakan sendiri. Pedagang lain yang dengan tukang dan pakai rolling door bisa menghabiskan jutaan. ‘’Memang harusnya dua minggu setelah diresmikan kita harus pindah, tapi saya ikut teman-teman saja yang juga banyak belum pindah,’’ kata pedagang peralatan pertukangan ini.

Dia mengaku akan segera berjualan setelah kios jadi namun belum pasti kapan waktunya. Sebab beberapa pedagang dan tukang kayu juga masih sibuk membuat kerangka kios dengan berbahan kayu. Dan sebagian melengkapinya dengan rolling door. (JN19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here