Curah Hujan Tinggi, Petani Tomat Gagal Panen

  • Whatsapp

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Tingginya curah hujan dalam sebulan terakhir mengakbatkan tanaman tomat di Desa Petirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membusuk dan petani terancam gagal panen.

Jafar, petani Desa Petirejo, Kecamatan Ngadirejo, di Temanggung, Minggu, mengatakan bahwa tingginya curah hujan sangat berpengaruh pada tanaman tomat.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar tanaman itu, kata dia, menjadi busuk karena terserang penyakit bercak daun dan hama lainnya.

“Tanaman tomat sangat rentan, mudah terserang hama dan penyakit,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, hujan turun pada malam hari, tanaman tomat cepat membusuk jika setelah hujan tidak dilakukan penyemprotan.

“Kerusakan tanaman tomat makin parah jika hujan disertai dengan angin kencang,” ucapnya.

Petani lainnya, Wahanto Slamet (38), mengatakan bahwa meskipun penyemprotan secara intensif karena curah hujan sangat tinggi, kurang lebih 1.500 dari sekitar 2.500 tanaman tomatnya mengalami gagal panen.

Meskipun berbuah, menurut dia, buahnya relatif sangat kecil dan tidak bisa merah. Jika dibiarkan memerah, buah menjadi busuk.

Ia menyebutkan biaya untuk menanam sekitar 2.500 tanaman tomat membutuhkan modal sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta.

Dengan kondisi saat ini, dia tidak bisa berharap banyak.

“Biasanya kalau normal, dari jumlah tanaman milik saya ini paling tidak bisa menghasilkan 1 hingga 1,5 ton. Akan tetapi, sekarang paling banyak hanya sekitar 8 kuintal, itu pun kualitas tomatnya tidak bagus,” katanya.

Menurut dia, harga tomat merah di tingkat petani relatif cukup baik, yakni antara Rp5.500,00 dan Rp7.000,00 per kilogram tergantung pada kualitas tomat.

“Harga tomat hijau Rp2.000,00 hingga Rp3.000,00 per kilogram,” katanya. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *