SEMARANG, Jowonews.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana berharap Bank Mandiri bersikap kooperatif menyusul penahanan uang tabungan milik KSP Intidana di Bank Mandiri Cabang Pembantu Gatot Subroto Semarang sebesar Rp 25 miliar.

“Pada dasarnya kami berharap uang tersebut segera cair karena kami butuh dana ini untuk operasional,” kata Ketua Umum KSP Intidana Budiman Gandi Suparman di Semarang, Senin.

Menurut dia, penahanan yang dilakukan oleh Bank Mandiri karena dianggap ada dualisme kepengurusan di KSP Intidana.

Dia mengakui pengurus lama KSP Intidana yaitu mantan Ketua Umum Handono saat ini dalam tahanan Polda Jateng atas kasus penipuan cek kosong senilai Rp16 miliar.

“Padahal yang terjadi adalah saat ini sudah ada kepengurusan baru yang terbentuk dari rapat anggota tahunan yang dilakukan pada tanggal 27 Februari 2016. Dalam proses pencairan dana di Bank Mandiri ini kami dipersulit oleh pengurus lama,” katanya.

Meski sudah ada kepemimpinan baru, katanya, Bank Mandiri masih berpedoman pada akta perdamaian yang dilakukan antara pengurus lama dengan yang baru.

Terkait dengan proses pencairan uang tabungan di Bank Mandiri tersebut, pihaknya sudah melakukan mediasi 10 kali dengan pihak Bank Mandiri.

“Dari proses mediasi tersebut, kami tidak memperoleh hasil apapun. Oleh karena itu, besok siang kami beserta sebagian anggota koperasi akan melakukan aksi damai ke Bank Mandiri Kantor Wilayah Jateng-DIY di Jalan Pemuda Semarang,” katanya.

Pihaknya berharap, melalui aksi damai tersebut ada solusi yang tidak merugikan salah satu pihak pun.

“Pada dasarnya kami sudah melengkapi seluruh syarat mulai dari SIUP hingga akta notaris. Jadi kalau memang Bank Mandiri menganggap ada dualisme kepemimpinan, kami justru berharap dipertemukan dengan pengurus lama untuk selanjutnya melakukan uji materiil di depan Bank Mandiri dan Kementerian Koperasi yang dalam hal ini sudah mengeluarkan legalisasi kepada kami,” katanya. (Jn16/ant)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here