ILUSTRASI

JAKARTA, Jowonews.com – Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk bantuan restrukturisasi mesin bagi sejumlah pelaku IKM. Ini semata-mata untuk meningkatkan daya saing IKM dalam menghadapi pasar bebeas ASEAN.

“Target 2016 restrukturisasi mesin sekira Rp25 miliar atau sekira delapan persen dari keseluruhan anggaran,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah.

Menurutnya, bantuan restrukturisasi mesin menjadi salah satu kegiatan Ditjen IKM Kemenperin yang harus diperhatikan serius selain pemberdayaan dan pelatihan, sebab dengan program tersebut dapat meningkatkan kapasitas IKM. “Dari tidak modern menjadi modern, dari tidak berteknologi menjadi berteknologi,” katanya.

Selain itu, sesuai arahan Presiden Jokowi, anggaran itu juga untuk lebih meningkatkan penggunaan anggaran demi program-program yang manfaatnya langsung menyentuh masyarakat, meski anggaran Dirjen IKM dipotong. “Kami tidak masalah, rela mengurangi kegiatan di pusat, asalkan aktivitas IKM di daerah semakin tumbuh hidup. Karena memang setiap tahun semangatnya terus tumbuh, baik itu dari DPRD, Kepala Daerah hingga para pengusaha di daerah aktif mengajukan kerja sama dengan Ditjen IKM,” ujarnya.

Pengurangan anggaran di pusat tersebut kemudian diharapkan justru meningkatkan efisiensi kegiatan, termasuk dalam hal evaluasi program berjalan di daerah yang sebelumnya cenderung terpisah antar tiap direktorat dibawah Ditjen IKM kini dilakukan secara bersamaan.

Di bawah Ditjen IKM terdapat Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Direktorat IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan serta Direktorat IKM Logam, Mesin, Eletronika dan Alat Angkut.
(JN19/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here