Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dok : Jowonews.com

Gema DPRD Jawa TengahSEMARANG, Jowonews.com – Anggaran infrastruktur Jateng tahun 2015 sebesar Rp2,572 triliun ternyata hanya mampu menambah panjang jalan 2%. Padahal, anggaran itu sudah mengalami kenaikan 100% bila dibanding tahun 2014 yang mencapai Rp1,255 triliun.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, persentase panjang jalan dengan lebar 6 meter pada tahun 2015 sebesar66,46%. Prosentase ini melebihi target 64,88%. Sedangkan persentase panjang jalan provinsi sebagai jalan kolektor (MST ≥ 8,00 Ton) sebesar 74,80% sesuai target.

“Jadi anggaran infrastruktur Rp 2,572 triliun pada tahun 2015, ternyata hanya mampu menambah panjang jalan dua persen saja,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (28/3). 

Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Tengah Akhir Tahun 2015, dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Senin (28/3), yang dipimpin Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi.

Ganjar belum bisa memastikan apakah anggaran infrastruktur pada tahun 2017 akan ditingkatkan lagi atau tidak. Pasalnya, pihaknya akan menghitung terlebih dahulu. “Nanti akan kita hitung dulu, kalau memang tidak perlu, maka akan dialokasikan pada bidang lainnya,”ujarnya.

Penyelenggaraan urusan Pekerjaan Umum (PU)  pada tahun 2015 meliputi bidang: Bina Marga, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA)  dan Keciptakaryaan. Alokasi anggaran urusan PU tahun 2015 sebesar Rp.2,07 triliun dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga, Dinas PSDA dan Dinas Ciptakaru, dengan realisasi fisik 99,84% dan keuangan 98,56%.

Dari 25 indikator kinerja pada urusan PU, dengan hasil 24 indikator (96%) mencapai target dan satu indikator (4%) tidak tercapai. “Bidang Bina Marga dilaksanakan melalui tiga program yaitu, peningkatan jalan dan penggantian jembatan, rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan, serta program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan,” ungkapnya.

Dari 11 target indikator bidang Bina Marga, secara keseluruhan tercapai (100%). Diantaranya persentase panjang jalan dengan lebar ≥ 6 meter sebesar 66,46%, melebihi target 64,88%. Persentase panjang jalan provinsi sebagai jalan kolektor (MST ≥ 8,00 Ton) sebesar 74,80% sesuai target.

Sementara persentase panjang jalan dalam kondisi baik sebesar 88,27% melebihi target 88,20%. Panjang jalan yang ditingkatkan kualitas dan kapasitasnya sepanjang 393,43 km melebihi target 366,99 km.

“Untuk persentase pemenuhan kebutuhan alat kebinamargaan alat berat dan alat laboratorium sebesar 86,72 persen melebihi target 86,71 persen dan meningkatnya persentase panjang jalan yang sudah dileger sebesar 87,68 persenmelebihi target 86,24 persen,” paparnya.

Sementara persentase panjang jembatan dengan beban sesuai standar Bina Marga sebesar 16,36% lebih tinggi dari target 14,42% dan meningkat dari 14,10%. Persentase panjang jembatan dalam kondisi baik sebesar 81,98% melebihi target 81,24% dan meningkat dari 79,72%, dan terfasilitasinya prasarana sarana kebinamargaan sebesar 1 Ls (100%) sesuai target. (jn01/jn03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here