ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Alokasi anggaran pendidikan di Jateng tahun 2015 sebesar Rp189,63 miliar, yang dilaksanakan oleh 23 SKPD dengan realisasi fisik 99,67 % dan keuangan 90,97%.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dari 60 indikator kinerja, 56 indikator (93,33%) tercapai dan 4 indikator (6,67%) tidak tercapai. “Dari 60 indikator kinerja, dengan hasil lima puluh enam indikator tercapai dan empat indikator tidak tercapai,” ungkapnya, Senin (28/3).

Empat indikator yang tidak tercapai itu adalah APM SD/SDLB/MI/Paket A sebesar 98,43%. Sehingga kurang dari target 100%. Hal ini disebabkan masih terdapat orang tua yang menyekolahkan anaknya kurang dari usia tujuh tahun untuk jenjang SD.

Nilai rata-rata Ujian nasional SD/SDLB/MI sebesar 6,83 kurang dari target 7,11. Untuk SMP/SMPLB/MTs sebesar 5,68 kurang dari target 6,87. Untuk SMA/MA/SMK sebesar 6,24% kurang dari target 7,74.

“Hal ini disebabkan keterbatasan kompetensi pendidik antar wilayah khusunya pendidikan mata pelajaran ujian nasional. Diantaranya linerasi pendidikan dan sertifikasi kompetensi pendidikan pada satuan pendidikan, serta menurunnya tingkat motivasi siswa sebagai dampak ujian nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa,” paparnya.(JN01/JN19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here