SEMARANG, Jowonews.com –Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko secara mendadak melakukan tes urine yang diselenggarakan oleh badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Senin (28/3).

Tes dilakukan di lantai IV Gedung Berlian DPRD Jateng, saat akan menyampaika Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD TA 2015 kepada DPRD Jateng.

Karuan, aksi Ganjar dan Heru langsung diikuti sejumlah kepala dinas yang menghadiri paripurna di DPRD Jateng. Tercatat, 66 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ikut tes. “Sampai saat ini, seluruhnya negatif,”ungkap petugas BNNP Jateng, dr Evy Zyahroti Umami.

Evy mengatakan, BNNP Jateng memang sengaja menggelar tes  urine di gedung DPRD Jateng. Tujuannya untuk mengejar anggota DPRD Jateng yang belum melakukan tes. Karena pada tes pertama, Kamis (24/3) baru diikuti 61 anggota DPRD Jateng

Karena hari ini terdapat agenda rapat paripurna dengan agenda laporan LKPJ 2015 dan rapat paripurna tentang laporan reses tahun pertama tahun 2016, di gedung DPRD Jateng. “Kalau Pak Gub dan Pak Wagub tadi tidak disengaja, ketika datang langsung berinisiatif ikut tes urine,” katanya.

Ia menambahkan, untuk anggota DPRD masih ada sembilan orang yang belum melakukan tes urine. Tiga orang di antaranya tidak bisa ikut karena sedang sakit, umroh, dan ada yang sudah meninggal dunia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, dirinya tidak sengaja ketika akan menghadiri sidang paripurna di DPRD ternyata melihat kegiatan tersebut. “Ini biar memberikan contoh agar semuanya serius melawan narkoba,” katanya.

Ia menyarankan, sebaiknya BNN ketika akan melakukan tes urine tidak ada pemberitahuan terlebih  dahulu sehingga hasilnya benar-benar asli. “Sebaiknya biar tidak terlalu seperti latah, agak mendadak sebaiknya. Kalau mendadak, kan agar tidak ketahuan. Biar juga ketahuan beneran atau enggak,” katanya.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, memberantas narkotika dan obat terlarang (Narkoba) tak serta merta hanya menjadi urusan BNN saja. Melainkan, harus dimulai dari diri sendiri.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengaku, pihak DPRD mengundang BNN Provinsi Jateng dua kali. Kali pertama dilakukan pada Kamis (24/3) untuk sebagian anggota dewan. Sebagian lagi dilanjutkan kemarin, Senin (28/3/2016) untuk melengkapi anggota dewan yang belum dites narkoba.

“Saya berkoordinasi dengan Kepala BNNP Jateng untuk melakukan tes narkoba kepada anggota dewan,” terang Rukma.

Menurutnya, memerangi masalah narkoba memerlukan bantuan dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat. “Tidak mungkin hanya BNN saja yang menindaklanjutinya,” timpal Rukma.

Rukma berharap, masalah narkoba bisa dikendalikan mulai dari dalam diri setiap individu terlebih dahulu. Jika semua lapisan taat, maka bahaya narkoba bisa dicehah, utamanya generasi muda untuk tidak usah mencoba-coba apa rasa narkoba.

“Kami dari anggota dewan ingin memberikan contoh yang baik. Kami ingin Jateng bebas narkoba. Saya sudah dites yang pertama dan hasilnya negatif,” tandas Rukma. (JN01/jn03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here