ILUSTRASI

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Petani lahan pasir di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta panen pepaya jenis California dengan hasil yang memuaskan.

Petani lahan pasir Kulon Progo, Sukarman, Selasa (29/3) mengatakan petani lahan pasir mulai menanam pepaya California sejak satu tahun terakhir.
“Saat ini, areal tanam pepaya California seluas enam hektare. Mulai Maret ini, petani lahan pasir memanen pepaya,” katanya.

Ia mengatakan harga pepaya California di tingkat petani sangat bagus yakni Rp3.600 per kilogram (kg) dan kualitas AB Rp4.000 per kg. Dalam sekali panen, petani mendapat keuntungan Rp3 juta hingga Rp5 juta. “Keuntungan menanam pepaya jenis California tidak kalah dengan komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai, semangka dan melon. Kami sangat beruntung lahan pasir sangat cocok ditanami berbagai komoditas hortikultura,” terangnya.

Menurutnya, pepaya hasil panenan petani pesisir Kulon Progo dipasarkan di Bandung, Jakarta, dan Pasar Buah Induk Gamping Sleman. Setiap 10 hari hingga 20 hari, petani panen pepaya. “Pedagang dari dari berbagai daerah langsung ke lahan milik petani. Jadi, kami tidak kesulitan untuk menjual pepaya,” terangnya.

Ia menyatakan pepaya California yang ia jual dijamin berkualitas baik. Biasanya, petani memetik pepaya saat matang. Pihaknya juga melakukan perawatan secara intensif supaya tidak terserang jamur. “Sampai saat ini, tanaman pepaya tidak diserang jamur. Kami berupaya tidak ada serangan jamur atau hama lainnya,” katanya pula.

Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas. Bahkan, tak jarang ada beberapa permintaan yang tidak bisa dia penuhi. “Produksi buah ini tidak bisa ditentukan, mengingat pepaya California tidak bisa distok,” ujarnya. (JN19/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here