Apindo Minta Penurunan BBM Diikuti Penurunan TDL

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) berharap penurunan harga BBM diikuti oleh penurunan tarif listrik nonsubsidi untuk golongan industri. Penurunan ini dianggap penting karena berkaitan dengan peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

Padal awal tahun memang tarif listrik nonsubdidi untuk industri memang sudah diturunkan, namun besarannya relatif kecil. “Kemarin itu kan hanya turun sekitar 10 persen, industri akan makin berkembang kalau penurunannya antara 30 sampai 40 persen. Kami berharap bisa terus turun secara bertahap, dengan begitu produksi dari Indonesia akan lebih berdaya saing di pasar global,” kata Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi.

Awal 2016 kemarin pemerintah telah menurunkan tarif listrik nonsubsidi yang dilakukan oleh pemerintah pada awal Januari. Untuk tarif listrik golongan industri skala menengah turun dari Rp1.104,73 per kWh menjadi Rp1.007,15 per kWh. Sedangkan untuk tarif listrik di tegangan tinggi atau untuk industri skala besar turun dari Rp1.059,99 per kWh menjadi Rp970,35 per kWh.

“Penurunan yang belum mencapai 10 persen itu cukup meringankan beban perusahaan dari sisi ongkos produksi. Meski demikian, kami berharap agar penurunan bisa berkelanjutan agar dapat berdampak pada penurunan harga produksi,” terangnya.

Ditambahkan, hingga saat ini tarif listrik berkontribusi 20% dari seluruh ongkos produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. “Yang paling tinggi adalah bahan baku yaitu mencapai 50 persen. Mengenai tarif listrik itu meski tidak setinggi bahan baku tetapi fluktuasinya tetap berpengaruh,” tambahnya. (JN19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *