Kudus Belum Butuh Ojek Online

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, belum membutuhkan keberadaan jasa ojek “online” mengingat ojek konvensional relatif cukup banyak, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kudus Didik Sugiharto.

“Keberadaan jasa ojek di Kudus yang ada saat ini justru terlalu banyak dan perlu ada perampingan,” ujarnya menanggapi kemungkinan adanya jasa ojek “online” di Kudus, Jumat.

Jika nantinya jasa ojek “online” masuk ke Kudus, kata dia, justru berpotensi menimbulkan gesekan dengan penyedia jasa ojek yang sudah ada.

Ketersediaan jasa ojek di Kabupaten Kudus, kata dia, didominasi di kawasan objek wisata, seperti Menara Kudus dan Makam Sunan Muria.

“Untuk tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan jarang ada jasa ojek,” ujarnya.

Kalaupun ada, kata dia, kurang dari 10 penyedia jasa ojek karena biasanya mereka beroperasi pada jam-jam tertentu saja.

Misalnya, kata dia, di kawasan Matahari Mall Kudus tersedia jasa ojek yang biasanya pada malam hari saja.

Demikian halnya, kata dia, di kompleks Terminal Induk Jati Kudus maupun Terminal Jetak, hanya beroperasi pada jam-jam tertentu.

Selain keberadaan jasa ojek yang sudah cukup banyak, kata dia, kepemilikan kendaraan roda dua di Kabupaten Kudus juga cukup banyak, sehingga belum membutuhkan jasa ojek “online”.

Dari sisi luas wilayah, kata dia, Kudus termasuk kota kecil, sehingga ada kecenderungan masyarakat lebih senang menggunakan kendaraan pribadi.

Bahkan, kata dia, keberadaan angkutan umum yang ada juga cenderung sepi penumpang, karena banyaknya pemilik kendaraan roda dua.

“Jika ada yang mengajukan izin, dimungkinkan ditolak karena mempertimbangkan banyak hal,” ujarnya.

Jumlah penyedia jasa ojek di Kudus, kata dia, sekitar 700-an penyedia yang tersebar di sejumlah kecamatan. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *