Hendi Minta Rusunawa Kudu Segera Ditempati

  • Whatsapp
Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi. ist

SEMARANG, Jowonews.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kudu di kawasan Genuk, Semarang, harus segera ditempati.

“Kenapa belum ditempati? Saya ingin (Rusunawa Kudu, red.) bisa ditempati warga sekitar yang belum punya rumah,” katanya saat melakukan inspeksi mendadak di Rusunawa Kudu, Semarang, Jumat.

Bacaan Lainnya

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi itu, melakukan inspeksi ke Rusunawa Kudu, didampingi Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Semarang Agus Riyanto, usai menghadiri kegiatan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Dia mengatakan kendala yang ditemui dalam inspeksi itu adalah belum adanya aliran listrik dan air bersih di rusunawa itu, padahal listrik dan air adalah kebutuhan dasar yang mutlak harus terpenuhi.

“Setelah saya cek, kendalanya ternyata listrik dan air. Kalau listrik nyala, air mengalir. Saya sudah minta koordinasi dengan PT PLN. Minggu depan, listrik dan air harus lancar,” katanya.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota semarang tersebut melihat pula fasilitas pompa air di rusunawa tersebut, namun bangunan pompa air ternyata masih dalam kondisi terkunci.

“(Halaman, red.) Ini juga masih gersang. Nanti, kami akan memberikan bibit kepada warga, seperti trembesi, mangga, dan sebagainya agar hijau,” katanya seraya menunjuk halaman rusunawa yang tampak gersang.

Pemerintah Kota Semarang akan terus berupaya membenahi sarana dan prasarana di Rusunawa Kudu, termasuk akses angkutan untuk memudahkan transportasi warga yang tinggal di rusunawa.

“Begini, kalau soal angkutan umum akan kami koordinasikan. Yang penting, di sini (rusunawa, red.) harus penuh dulu. Setelah itu, angkutan umum akan kami arahkan masuk ke sini,” katanya.

Sembari berkeliling rusunawa, Hendi juga mencatat semua keluhan yang disampaikan warga sekitar, terutama yang sudah memiliki hak menempati Rusunawa Kudu agar bisa segera ditindaklanjuti.

Dari informasi yang didapatkan, sebagian besar bangunan rusunawa rampung dibangun 2015 dengan kapasitas total hampir 800 kamar itu sebagian besar sudah berpemilik meski selama ini belum ditempati.

“Saya juga minta jangan sampai ini (rusunawa, red.) ‘dinggoni wong ndak bener. Nduwe kunci, terus didol’ (Ditempati orang tidak benar, punya hak menempati kamar lalu dijual-belikan),” katanya. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *