Oknum Perwira Kodam IV/Diponegoro Dilaporkan Aniaya Warga

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Oknum perwira Kodam IV/Diponegoro berpangkat Kapten dilaporkan ke Detasemen Polisi Militer IV-5 Semarang oleh Sudaryono (52) warga Ngesrep, Banyumanik, Semarang, atas dugaan penganiayaan terhadap warga sipil tersebut.

Sudaryono yang ditemui saat melapor ke Detasemen Polisi Militer IV-5 Semarang, Sabtu, mengatakan penganiayaan terhadap dirinya, anak perempuannya, serta dua teman anaknya itu bermula dari tabrakan mobilnya dengan mobil terlapor di depan SPBU Ngesrep pada Jumat (1/4) malam.

Bacaan Lainnya

“Saya dan anak saya melaju dari arah barat, terlapor dari arah timur naik mobil BMW,” katanya.

Sudaryono mengetahui laju mobil terlapor dengan posisi berlawanan dengan kondisi oling. Ia kemudian berusaha mengurangi laju kendaraan sebelum akhirnya ditabrak dari depan. “Mobil BMW itu melaju oling agak ke tengah, tiba-tiba langsung menabrak dari depan,” katanya.

Sudaryono kemudian keluar mobil untuk meminta pertanggungjawaban pengemudi BMW merah marun bernomor polisi H 7648 WG tersebut, sementara mobil pajero yang dikendarainya dibawa menepi oleh putrinya Ajeng Sarinastiti (24).

Ketika meminta pertanggungjawaban pengemudi BMW yang diduga sebagai perwira provost Kodam IV/Diponegoro berinisial NH tersebut, Sudaryono mencium bau minuman keras. “Kemungkinan besar mabuk,” tambahnya.

Saat meminta pertanggungjawaban itu, korban tiba-tiba dipukuli dua orang berbadan tegap yang mengawal mobil BMW tersebut. Tak hanya memukul Sudaryono, kedua pelaku juga menganiaya Ajeng serta dua temannya yang kebetulan melintas dan berusaha membantu.

Setelah menganiaya, terlapor bersama dua pria yang diduga anak buahnya tersebut kemudian langsung kabur. Dari hasil penelusuran ke kantor Samsat diketahui BMW bernomor polisi H 7648 WG milik NH warga Asrama Brigif 5 Banyumanik.

Dalam laporannya, terlapor juga menyertakan hasil visum dari rumah sakit. Para korban mengalami luka di wajah akibat penganiayaan itu.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro Kolonel Zainul Bahar yang dikonfirmasi belum menerima laporan penganiayaan tersebut. “Coba saya cek dulu. Biasanya sudah diteruskan ke komandan satuannya,” katanya.

Ia mempersilakan korban yang merasa dirugikan meneruskan perkara itu ke ranah pidana. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *