Anak Hilang, Tenggelam di Pantai Brecong Cilacap

  • Whatsapp

CILACAP, Jowonews.com – Seorang anak perempuan dilaporkan hilang akibat tenggelam di Pantai Brecong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kata Koordinator Badan “Search and Rescue” Nasional Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

“Korban diketahui bernama Amanda Patricia bin Turyadi, usia 13 tahun, warga Dukuh Karangreja RT03/RW02, Desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen,” katanya di Cilacap, Minggu petang.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Pos SAR Cilacap, peristiwa nahas yang dialami Amanda terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, kata dia, Amanda bersama empat rekannya yang terdiri atas M. Saripudin (9), Ilham Bagus Permana (11), Nur Hadiansyah (9), dan Kiniatus Juwairoh (10) pergi bermain ke Pantai Brecong, Kecamatan Buluspesantren, pada pukul 08.00 WIB.

“Lima anak yang rumahnya bertetanggaan itupun bermain air di Pantai Brecong. Akan tetapi nahas, sekitar pukul 10.00 WIB, datang gelombang tinggi yang langsung menyeret tubuh korban ke tengah pantai hingga akhirnya tenggelam,” katanya.

Ia mengatakan bahwa warga sekitar yang melihat kejadian itu berusaha menolong korban namun tidak berhasil sehingga melaporkannya ke pemerintah desa setempat yang diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen dan Basarnas Pos SAR Cilacap.

Menurut dia, BPBD Kebumen telah mengirimkan enam personel untuk melakukan pencarian korban di sepanjang pantai hingga sejauh 1,5 kilometer ke arah timur maupun barat dari lokasi kejadian.

Selain itu, kata dia, BPBD Kebumen juga menginformasikan kepada kelompok atau rukun nelayan di wilayah pantai selatan Kebumen.

“Kami akan memberangkatkan satu tim penolong dari Basarnas Pos SAR Cilacap ke lokasi kejadian besok pagi (Senin, red.) beserta peralatan pertolongan di air lengkap,” katanya Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo memprakirakan tinggi gelombang di wilayah pantai selatan maupun Samudera Hindia selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter.

Dia menjelaskan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan selatan Jateng dan DIY, bukan karena adanya gangguan cuaca.

“Oleh karena itu, kami telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi karena tinggi gelombang 2,5-4 meter masih berpeluang terjadi hingga hari Senin (4/4),” katanya. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *