Hasil Otopsi Siyono Tunggu Uji Laboratorium

  • Whatsapp

KLATEN , Jowonews.com – Tim dokter Forensik bentukan Muhammadiyah menyatakan hasil autopsi terhadap jasad Siyono (34) warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten masih menunggu uji laboratorium.

Tim dokter forensik Muhammadiyah terdiri sembilan orang telah melakukan autopsi terhadap jasad Siyono baik pemeriksaan dari luar dan dalam untuk mencari penyebab kematiannya, kata ketua tim forensik Muhammadiyah, Gatot Suharto usai autopsi di pemakaman Desa Pogung Klaten, Minggu.

“Kita tidak hanya melakukan pemeriksaan secara visual dengan kasad mata saja, tetapi juga melalui test laboratorium, sehingga hasilnya baru bisa diketahui sekitar 10 hari ke depan,” katanya.

Menurut dia, kondisi jasad Siyono saat ini, lain dengan kondisi sebelum dimakamkan. Autopsi jasad Siyono ini, baru pertama kali dilakukan karena sebelumnya belum pernah.

Pihaknya masih dapat menemukan bekas luka-luka terjadi suatu intravital, artinya beberapa titik terdapat tulang patah. Namun, pihaknya masih menunggu nanti hasil laboratorium.

“Kita memeriksa baik dari luar maupun dalam jasad untuk mengetahui benang merah bagaimana penyebab kematiannya,” katanya.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan visual memang tidak ditemukan bekas luka tembakan senjata api di jasad Siyono, tetapi lebih jelasnya nanti menunggu hasil laboratorium.

Pada kegiatan autopsi jasad Siyono di Desa Pogung Klaten, juga dihadiri antara lain Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum Busyro Muqoddar, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Tim Konas HAM, dan Tim Koodinator Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan, Komnas HAM RI, Siane Indriani.

Ratusan orang dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) melakukan penjagaan ketat kegiatan autopsi jasad terduga teroris Siyono (34) di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jateng, Minggu.

Ratusan orang anggota Kokam yang seragam dan atributnya melakukan penjagaan di titik-titik akses masuk ke tempat pemakaman, dimana jasad Siyono dimakamkan, sehingga warga dan sejumlah wartawan tidak bisa mendekat ke lokasi.

Bahkan, sejumlah anggota Brimob yang sebelumnya berjaga-jaga di ring satu tempat pemakaman kemudian ditarik mundur ke ring tiga, dan yang diizinkan tempat autopsi hanya sembilan tim dokter forensik asal Muhammadiyahn satu orang saksi dari Polda Jateng.

Menurut Komandan Kokam Jateng M. Ismail bahwa ada seratusan orang anggota Kokam berjaga-jaga di lokasi autopsi dan di titik-titik strategis jalan akses masuk ke pemakaman.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penjagaan yang tersibar di wilayah Klaten ada 1.000 anggota Kokam, sedangkan jumlah seluruhnya di Jateng ada sekitar 5.000 orang.

“Autopsi berjalan aman dan lancar, dan selesai sekitar pukul 11.45 WIB, jenazah langsung dimakamkan,” katanya.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya melakukan advokasi tersebut karena atas permintaan keluarga Siyono dan Komnas HAM, yang minta keadilan.

Menurut Dahnil kegiatan autopsi jasad Siyono berjalan lancar dan membutuhkan waktu sekitar empat jam, dan kemudian jenazahnya dimakamkan di tempat yang sama. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *