Djoko Setijowarno : Parkir Meter 99% Gagal

  • Whatsapp
PAKIR METER - Alat parkir meter di salah satu kota besar di Indonesia. Alat ini dinilai sulit diterapkan di Kota Semarang. (Istimewa/JN19)

SEMARANG, Jowonews.com – Rencana Pemkot Semarang melalui Dishubkominfo menerapkan sistem parkir meter dalam pengelolaan perparkiran mendapat kritikan. Parkir meter dinilai hanya akan menimbulkan persoalan baru di Kota Semarang. Tidak ada jaminan pengelolaan parkir akan lebih bagus dengan parkir meter itu.

“Parkir meter itu sudah diterapkan di Jakarta, Bandung, dan Palembang, tapi gagal. Kalau mau diterapkan di Semarang tidak akan menyelesaikan persoalan. Parkir meter 99 persen gagal,” ujar Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno.

Menurutnya, tipikal orang di Indonesia pada umumnya malas, sehingga meski ada parkir meter, maka orang tetap saja akan membayar parkir ke juru parkir. “Orang kita itu rata-rata malas, tidak mau jalan hanya sekedar masukkan koin ke alat parkir meter itu,” imbuhnya.

Djoko menuturkan, jika tetap dipaksakan diterapkan di Kota Semarang maka itu hanya akan buang-buang anggaran saja. “Itu tidak bisa diterapkan, mubazir jadinya. Belum lagi nanti bisa terjadi mark up pembelian alat itu. JIka tetap dipaksakan maka patut dicurigai ada permainan pembelian alat itu. Keledai saja tidak mau terperosok ke lubang yang sama. masak manusia yang punya akal sehat mau terperosok ke lubang yang sama,” tuturnya.

Diketahui, guna menekan kebocoran pemasukan pakir, Pemkot Semarang akan menerapkan parkir meter.Oleh Dishubkominfo, parkir meter dianggap sebagai solusi kebocoran retribusi parkir di Kota Semarang. (JN19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *