Pemerintah Harus Buat Rencana Besar Tentang Energi

  • Whatsapp
ENERGI BARU:Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Denty Eka Widi Pratiw dalam diskusi publik daulat energi 2017, dengan tajuk ‘Menggugah Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan’ di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, Selasa (5/4). Foto : Jowonews.com

SEMARANG,Jowonews.com – Energi yang digunakan masyarakat sekarang ini sebagain besar masih berbasis fosil yang didapat dari minyak bumi maupun batu bara. Keduanya merupakan energi yang tidak terbarukan dan lama kelamaan akan habis karena terus dikonsumsi.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Denty Eka Widi Pratiw, selain energi fosil, sebenarnya masih banyak energi yang bisa dimanfaatkan dan digunakan sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran rakyat tanpa merusak alam.

Energi tersebut merupakan energi yang terbarukan dari alam. Kebutuhan akan energi saat ini lebih besar daripada ketersediaannya. “Kami mendorong pemerintah untuk segera membuat rencana besar mengenai energi nasional. Energi fosil lama kelamaan kritis dan habis, perlu inovasi dari pemerintah mengingat saat ini sudah banyak kreativitas masyarakat yang berkembang bagus dalam menyiasati kekurangan energi,”ungkapnya.

Hal itu disampaikan Denty dalam ‘diskusi publik daulat energi 2017, dengan tajuk ‘Menggugah Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan’ di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, Selasa (5/4).

Pemerintah perlu membuat regulasi yang pas dan kekinian untuk menjawab fenomena yang ada. Saat ini yang menjadi pedoman energi baru Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 dan perlu regulasi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tujuannya agar penggunaan energi yang tidak terbarukan tidak bisa semau-maunya dan membuat payung hukum pengalihan ke energi terbarukan.

“Saya ingin energi terbarukan ini harus benar-benar berbasis dari masyarakat, hal yang dekat dengan masyarakat karena masyarakatlah yang menggunakan dan memelihara. Utamanya energi dari tenaga surya,” tambahnya.

Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jateng Edy Sucipto mengatakan, selama ini sumber energi yang digunakan masih sangat tergantung dari energi fosil. Padahal kebutuhan energi semakin meningkat, dan sumber energi fosil bakal habis. Untuk itulah harus dilakukan upaya deversifikasi dan konservasi energi. Salah satunya dengan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Potensinya di Jawa Tengah sangat besar dan mendukung dalam upaya diversifikasi dan konservasi energi. Tapi sayang, pemanfaatannya belum optimal karena terbentur anggaran,” tuturnya.

Jawa Tengah secara geografis berada di daerah khatulistiwa yang berarti seluruh wilayah dapat dibangun Pembangkit Listrirk Tenaga Surya (PLTS). Belum lagi sumber mata air yang melimpah jika dimanfatkan bisa digunakan sebagai pembangkit listrik.

Potensi  Energi Air untuk pembangkit listrik total kapasitas sekitar 386,32 Mega Watt berada di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes dan sejumlah daerah lain. “Jika ini dimanfaatkan semua, saya yakin tidak akan ada krisis sumber listrik,” tutupnya.(jn01/Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *